Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Tekan Impor Bijih Plastik, Polytama Lakukan Perluasan Pabrik

Rabu 11 May 2022 12:47 WIB

Red: Agus Yulianto

PT Polytama Propin menggelar acara halal bi halal bersama sejumlah elemen.

PT Polytama Propin menggelar acara halal bi halal bersama sejumlah elemen.

Foto: Istimewa
Pengembangan Polytama melalui pembangunan pabrik baru berdampak positif bagi daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- PT Polytama Propindo akan membangun pabrik baru (pengembangan). Lokasinya, masih dalam satu kawasan Polytama di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. 

Rencana pembangunan pabrik baru bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya menekan impor biji plastik. Tujuan lain, yakni untuk memenuhi kebutuhan permintaan biji plastik dalam negeri.

Corporate Secretary General Manager PT Polytama Propindo Dwinanto Kurniawan, mengatakan, upaya tersebut merupakan langkah strategis dan menjadi peran perusahaan untuk negara. Selain itu, kata dia dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Rabu (11/5/2022), pengembangan Polytama melalui pembangunan pabrik baru akan berdampak positif bagi daerah.

"Dengan pengembangan akan ikut membantu pemerintah daerah dalam menyerap tenaga kerja dan tentu akan akan meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Dwinanto saat acara halal bi halal bersama sejumlah elemen. 

Dalam kesempatan yang sama Dwinanto juga meminta dukungan semua elemen terhadap rencana pengembangan pabrik baru tersebut. 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti, yang ikut hadir dalam acara halal bi halal menyampaikan apresiasinya terhadap Polytama. Keberadaan Polytama di Indramayu, kata Asep, sudah banyak memberikan kontribusi untuk pemerintah daerah dan masyarakat umum secara langsung. 

"Semoga pengembangan perusahaan melalui pembangunan pabrik baru akan memberikan manfaat dan berjalan sesuai rencana" ucap dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA