Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Sektor Konsumsi Mulai Bangkit, Cermati Rekomendasi Saham ICBP hingga CPIN

Rabu 11 May 2022 10:59 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Analis meminta investor cermati saham-saham sektor konsumsi yang kemungkinan naik

Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Analis meminta investor cermati saham-saham sektor konsumsi yang kemungkinan naik

Foto: Prayogi/Republika.
Analis meminta investor cermati saham-saham sektor konsumsi yang kemungkinan naik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNI Sekuritas Indonesia memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun terbatas pada perdagangan Rabu (11/5). Meski demikian, beberapa saham khususnya dari sektor konsumsi layak untuk dicermati. 

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, IHSG gagal bertahan di atas 7.090, menunjukkan trend berbalik bearish, candle bullish abandoned baby, MACD netral, stochastic oversold, closing di bawah 7.034 (50-day MA) & dominan sell power.

Baca Juga

“IHSG selama di bawah 7.034 target 6.834 DONE /6.777 DONE/6.660/6.580. Level resitance indeks berada di 6.832/6.888/6.943/6.978, sedangkan support berada di level 6.799/6.744/6.662/6.566,” ujar Andri dalam risetnya, Rabu (11/5). 

Lebih lanjut, analis BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, Bursa Asia Pasifik diperkirakan akan kembali melanjutkan pelemahannya. Menurutnya, hari ini investor menunggu laporan inflasi China di tengah perjuangan negara tersebut dalam menghadapi dampak pandemi covid-19 yang memburuk.

Sebagai informasi, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,26 persen, namun bursa lainnya yaitu S&P 500 berbalik arah dengan mencatat kenaikan 0,25 persen. Begitu juga dengan indeks Nasdaq Composite yang mengalami penguatan cukup signifikan sebesar 0,98 persen. 

“Dow Jones turun selama 4 hari berturut turut di tengah penantian investor terhadap rilis data inflasi,” ujar Maxi. 

Seiring kondisi tersebut, menurut Maxi, investor dapat mencermati saham BMRI dengan rekomendasi akumulasi buy dengan target 8.325/8.625 stop loss 7.825/7.525. Saham ICBP dengan rekomendasi speculative buy, target 8.225/8.400 stop loss 7.650/7.300.

Kemudian saham ASII direkomendasikan buy 6.950-7.000 target 7.200-7.250 stop loss di bawah 6.650. Sementara saham CPIN direkomendasikan trading buy target 5.150/5.200 stop loss di bawah 4.950.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA