Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Bisnis Farmasi dan Kesehatan Masih Menjanjikan, Ini Buktinya

Rabu 11 May 2022 06:18 WIB

Red: Natalia Endah Hapsari

Sektor bisnis farmasi dan kesehatan masih menjanjikan (ilustrasi)

Sektor bisnis farmasi dan kesehatan masih menjanjikan (ilustrasi)

Foto: dok PYFA Group
Kenaikan penjualan bersih meningkat sangat signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Kendati pandemi Covid 19 sempat mengguncang perekonomian dan meluluhlantakkan banyak lini usaha di dunia, rupanya tak semua sektor bisnis terdampak pandemi. Dalam situasi saat ini, masih ada sejumlah sektor bisnis yang mampu meraup keuntungan.

Salah satu bukti keberhasilan diraih oleh PT Pyridam Farma Tbk dan entitas anaknya (PYFA Group) yang mencatatkan kenaikan penjualan bersih yang signifikan, yaitu meningkat 127 persen menjadi Rp 630,5 miliar pada 2021 dibandingkan Rp 277,4 miliar pada 2020.  Kenaikan penjualan bersih ini jauh melampaui target perseroan pada tahun 2021 yaitu untuk meningkatkan penjualan bersih minimal 50 persen dari tahun sebelumnya.

“Di tahun 2021, penjualan dan EBITDA naik dikarenakan perseroan melakukan banyak inovasi dari segi produk dan juga peningkatan efisiensi dari segi operasional. Hal ini tentu memacu kami ke depannya untuk terus menghadirkan produk yang terbaik untuk memajukan industri healthcare di Indonesia,” kata Yenfrino Gunadi, Direktur PYFA Group, dalam siaran pers, Rabu (11/5/2022).

Porsi kontribusi terbesar penjualan bersih PYFA Group masih berasal dari produk farmasi sebanyak 76 persen. Adapun 24 persen sisanya berasal dari produk kesehatan. Meski kontribusinya belum seberapa, namun penjualan bersih produk kesehatan PYFA Group naik signifikan hingga 308 persen atau empat kali lipat dari tahun sebelumnya.

Peningkatan signifikan juga terjadi pada EBITDA yang dicatat Perseroan pada tahun 2021, yaitu meningkat sebesar 85 persen dari tahun 2020. EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah pendapatan perusahaan yang belum dikurangi bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. 

Sementara itu, rasio beban operasional terhadap penjualan bersih mengalami penurunan dari 48 persen pada tahun 2020 menjadi 35 persen pada tahun 2021 yang menandakan adanya peningkatan efisiensi biaya perseroan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

PYFA Group akan terus melakukan inovasi baru dengan bertambahnya produk inovasi baru dan juga kerja sama dengan perusahaan farma lainnya seperti Mundipharma, Daewoong Pharma, Merz untuk menghadirkan produk unggulan guna memajukan industri layanan kesehatan di Indonesia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA