Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Kinerja Filantropi Rumah Zakat Selama Ramadhan 1443 H Tumbuh

Rabu 11 May 2022 03:02 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi

Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi

Foto: Ist
Secara umum lembaga filantropi di bulan Ramadhan 1443 H mengalami pertumbuhan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Chief Executive Officer (CEO) lembaga filantropi Rumah Zakat, Nur Efendi menyampaikan, kegiatan filantropi selama bulan suci Ramadhan 1443 H menunjukkan kinerja yang baik. Bahkan terjadi pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan bulan di luar Ramadhan.

"Alhamdulillah performance filantropi selama bulan Ramadhan itu saya lihat baik. Rumah Zakat mengalami pertumbuhan sekitar 15 persen. Lembaga-lembaga lain saya kira juga tumbuh," tutur dia kepada Republika.co.id, Selasa (10/5).

Baca Juga

Karena itu, Nur menilai secara umum lembaga filantropi di bulan Ramadhan 1443 H mengalami pertumbuhan baik dalam penghimpunan maupun penyaluran. "Biasanya bisa 4-5 kali lipat dibandingkan reguler atau di luar Ramadhan," kata dia.

Kinerja penghimpunan, lanjut Nur, juga sesuai dengan harapan di tengah keadaan pandemi yang belum usai dan perekonomian yang terus membaik meski tidak secepat yang dibayangkan. Dia menambahkan, pada aspek penyaluran kepada para penerima manfaat pun sesuai harapan. "Sesuai dengan target," tutur dia.

Selama Ramadhan 1443 H kemarin, Rumah Zakat menargetkan membantu dan memberdayakan 1,5 juta penerima manfaat dari Aceh hingga Papua, terutama yang terdampak pandemi Covid-19. Di hari pertama Ramadhan 1443 H, Rumah Zakat menyalurkan amanah dari para donatur kepada 8.824 penerima manfaat.

Menurut Nur, penopang utama terkait naiknya kinerja penghimpunan dan penyaluran tidak terlepas dari semangat berderma masyarakat di bulan suci Ramadhan. Keberkahan bulan Ramadhan membuat masyarakat berlomba-lomba dalam meningkatkan amal ibadah sosial kepada sesama.

Nur memandang, ada beberapa hal yang menjadi penopang pertumbuhan tersebut. Pertama, yang pasti karena bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah. Kedua, karena masyarakat Indonesia dermawan. Mereka antusias selama Ramadhan sehingga menjadi lebih dermawan dan antusiasme berbaginya cukup tinggi. "Ketiga, perekonomian kita membaik, yang mungkin juga memicu pertumbuhan kinerja lembaga zakat," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA