Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Pelaku Penyerangan Keluarga Muslim di London Dipenjara 90 Hari

Selasa 10 May 2022 22:55 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Islamofobia (ilustrasi)

Islamofobia (ilustrasi)

Foto: Bosh Fawstin
pria yang menyerang sebuah keluarga Muslim dihukum 90 hari penjara.

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Seorang pria yang menyerang sebuah keluarga Muslim di luar masjid Edmonton bulan lalu dijatuhi hukuman 90 hari penjara. Pelaku, Jeffrey Ryan Hill, mengaku bersalah pada 6 April atas kenakalan dan ancaman yang diucapkan.

Menurut catatan pengadilan, pria berusia 34 tahun itu mengancam seorang wanita Muslim dan keempat anaknya di tempat parkir masjid Al Ameen, timur laut Edmonton, pada Hari Tahun Baru 2022. Insiden itu adalah salah satu dari lebih dari selusin kejahatan yang diduga "bermotivasi kebencian" di Edmonton sejak Desember 2020.

Baca Juga

Hakim Carrie Sharpe lantas memberi hukuman bagi Hill 90 hari penjara, diikuti dengan satu tahun masa percobaan termasuk kelas manajemen kemarahan. Ia juga menolak permintaan Hill untuk menjalani hukuman pada akhir pekan, dengan mengatakan hal itu akan gagal untuk memperbaiki perilakunya yang "mengganggu".

Sharpe mencatat, perilaku Hill mengancam orang asing di luar tempat ibadahnya dan merusak kendaraan saat korban dan anak-anaknya terjebak di dalam. Aksi ini terjadi pukul 09:35 waktu setempat pada 1 Januari.

Kala itu, sang ibu menunggu di luar masjid Al Ameen untuk menjemput keempat anaknya, berusia 5 hingga 11 tahun, dari kelas Alquran. Saat anak-anak naik ke SUV, Hill berjalan ke jendela sisi penumpang depan dan meludahinya.

Jaksa Crown Marty Gillingwater menyebut pelaku lantas mengeluarkan kata-kata kasar saat pengadilan 6 April lalu. Hill kemudian meninju kaca depan hingga retak.

"Dia tetap berada di luar kendaraan dan terus meneriakkan kata-kata kotor kepada (korban), serta anak-anaknya, yang ketakutan di dalam kendaraan," kata Gillingwater dikutip di Edmonton Sun, Selasa (10/5/2022).

Hill kemudian meninggalkan tempat parkir sementara korban menelepon polisi. Tak lama, pelaku kembali dengan membawa sekop salju logam. Karena merasa ketakutan, wanita itu pergi tetapi dikejar oleh Hill ke jalan buntu, di mana dia menunggu di pintu masuk.

Polisi tiba dan menemukan Hill dengan sekop di tangannya. Saat seorang petugas mengambil lengannya untuk memborgolnya, Hill berkata, "Jika Anda memegang tangan kiri saya, saya akan meninju wajah Anda".

Dalam pengadilan, Hill mengatakan jika dirinya adalah seorang fabrikator yang menganggur dan tinggal sendirian. Dia mengatakan tidak membayar sewa dan tidak memiliki tanggungan.

Edmonton telah melihat serangkaian kejahatan yang diduga bermotif kebencian sejak Desember 2020, ketika seorang wanita berhijab dan putrinya diserang di tempat parkir mal Southgate Center.

Polisi di Edmonton dan St. Albert mengeluarkan pernyataan publik tentang 11 kejahatan yang diduga bermotif kebencian antara Desember 2020 dan Februari 2022. Mayoritas aksi tersebut terjadi kepada perempuan kulit hitam dan/atau Muslim.

Sebagian besar dari terdakwa adalah tunawisma atau tidak memiliki alamat tetap dan berurusan dengan masalah kesehatan mental maupun kecanduan. Beberapa terdakwa adalah penduduk asli dan memiliki anggota keluarga yang bersekolah di sekitar tempat tinggal.

Adapun aksi yang dilakukan Hill adalah yang pertama dari serangkaian insiden terbaru yang terjadi di sebuah masjid. Dia tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, tetapi juga mengaku pernah mengancam seorang pria setelah mengendarai Subaru ke arah trukkorban di tempat parkir McDonald's tahun sebelumnya.

"Kamu beruntung aku menabrak mobilmu dan bukan wajahmu," kata Hill kepada pengemudi lain sebelum pergi.

Dalam pengadilan, Hill menyebut dirinya memiliki pengalaman singkat dengan penjara dan tidak ingin kembali. Setelah nantinya dibebaskan, Hill telah diperintahkan untuk menjauh dari para korban dan masjid, yang menurut catatan pengadilan berjarak satu blok dari rumahnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA