Rabu 11 May 2022 01:38 WIB

Cegah Hepatitis Akut, Warga Diminta Jaga Perilaku Sehat

Masyarakat diimbau menghindari jajanan yang tidak sehat.

Ilustrasi hepatitis akut.
Foto: Dok Republika
Ilustrasi hepatitis akut.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Bachtiar Baso menyerukan masyarakat agar selalu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini demi mencegah penularan virus hepatitis akut, walaupun sejauh ini belum ada kasus ditemukan di daerah itu.

"Kita imbau ke masyarakat terus menjaga perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan, kemudian terpenting selalu menghindari jajanan makanan yang tidak sehat, karena ini juga menular melalui mulut, dan masuknya melalui makanan," ujar Dokter Baso, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga

Selain itu, pihak sekolah diingatkan meningkatkan pengawasan serta kesterilan terhadap jajanan makanan yang dijual bebas di sekitar lingkungan sekolah. Begitu pula dengan anjuran pemerintah kepada masyarakat untuk mengikuti imunisasi dan vaksinasi COVID-19 untuk anak-anaknya, agar diikuti karena sebagai penangkal masuknya virus ke tubuh mereka.

"Kalau imunisasi baik maka itu pertahanan yang ampuh menjaga serangan virus ini. Karena yang terserang ini relatif anak-anak satu bulan sampai 16 tahun. Kita harus ingat, apakah ada pengaruh vaksin, pasti ada," ucapnya.

Adenovirus dicurigai sebagai penyebab hapatitis akut. Dia menjelaskan Adenovirus merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan infeksi di saluran pernapasan atas, saluran pencernaan, mata, hingga sistem saraf.

"Ini bukan virus biasa, karena ini adenovirus. Oleh karena itu, langkahnya kemudian anak diatas enam tahun kita berikan vaksin Covid-19, jadi kekebalan tetap dijaga. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika menemukan hal ini (gejala terpapar)," harapnya.

Selain langkah penanganan telah dipersiapkan, Baso menyarankan kepada masyarakat tidak perlu takut atau khawatir secara berlebihan. Sebab petugas kesehatan telah jauh hari melakukan langkah pencegahan terhadap penularan virus misterius tersebut.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement