Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

BPBD DKI Petakan Daerah Berpotensi Krisis Air Bersih Saat Kemarau

Rabu 11 May 2022 04:20 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Air mengalir dari keran (Ilustrasi). BPBD DKI Jakarta petakan daerah yang berpotensi mengalami krisis air bersih saat memasuki musim kemarau.

Air mengalir dari keran (Ilustrasi). BPBD DKI Jakarta petakan daerah yang berpotensi mengalami krisis air bersih saat memasuki musim kemarau.

Foto: Pixabay
Merujuk peringatan kekeringan meteorologis 2019, ada 15 kecamatan yang rawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memetakan daerah yang berpotensi mengalami krisis air bersih saat memasuki musim kemarau. Daerah-daerah yang belum terlayani oleh jaringan perpipaan air bersih juga perlu waspadai.

"Seperti di Kecamatan Jagakarsa, Pasar Minggu, dan sebagian wilayah Kecamatan Cilandak," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga

Isnawa menyebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk wilayah yang lebih spesifik di Jakarta. Namun, apabila merujuk pada peringatan dini kekeringan meteorologis yang pernah dikeluarkan BMKG pada 2019, terdapat 15 kecamatan yang masuk ke dalam daerah rawan terjadi kekeringan.

Daerah rawan itu ialah Jakarta Pusat meliputi Menteng, Gambir, Kemayoran, dan Tanah Abang. Di Jakarta Utara meliputi Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, dan Penjaringan.

Selain itu, daerah rawan kekeringan di Jakarta Selatan ialah Tebet, Pasar Minggu, dan Setiabudi. Di Jakarta Timur, kekeringan perlu diwaspadai warga Makasar, Pulogadung, dan Cipayung.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA