Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Sivitas Akademika UMM Diminta Tingkatkan Kepekaan Sosial

Selasa 10 May 2022 15:36 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Menteri Koordinator Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Prof Muhadjir Effendy, menghadiri kegiatan halal bihalal bersama sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Malang.

Menteri Koordinator Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Prof Muhadjir Effendy, menghadiri kegiatan halal bihalal bersama sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Malang.

Foto: Dok. Humas UMM
Allah SWT menyukai mereka yang berjiwa sosial tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG --  Menteri Koordinator Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Prof Muhadjir Effendy, mendorong sivitas akademika meningkatkan kepekaan sosial. Hal ini bertujuan untuk memunculkan rasa simpati di antara sesama manusia.

Dorongan tersebut diungkapkan Muhadjir saat memberikan tausiyah dan motivasi dalam agenda Halal Bihalal UMM di Malang, Ahad (8/5/2022). Sebelumnya, Ketua Badan Pembina Harian UMM ini mengatakan, Idul Fitri dapat diartikan sebagai kembali ke fitrah dan suci.

Jadi ketika bersih, maka akan doa-doa yang dipanjatkan akan lebih mudah dikabulkan oleh Tuhan. Menurut Muhadjir, doa-doa yang menyangkut kepentingan umum biasanya akan lebih mudah dikabulkan.

Namun masyarakat pada umumnya lebih sering berdoa untuk diri sendiri. "Jarang sekali kita memanjatkan doa untuk kebaikan bersama, memajukan masyarakat yang mungkin belum sejahtera,” jelasnya.

Untuk menjadikan diri sebagai orang yang bertakwa, maka perlu dilakukan pembiasaan diri untuk berdoa di lingkup yang lebih besar. Menurutnya, Tuhan merupakan zat yang Maha Sosial. Bahkan, dalam beberapa ayat Alquran yang menganjurkan manusia memiliki jiwa sosial tinggi.

Pada ayat-ayat Alquran disebutkan Allah SWT menyukai mereka yang berjiwa sosial tinggi. Salah sikap tersebut yakni berderma, baik di keadaan susah maupun senang. Kemudian menjaga amarah dan memaafkan sesama meski tidak diminta.

Muhadjir juga sempat membahas mengenai tantangan yang dihadapi di era digital. Hal ini terutama tentang keburukan-keburukan yang malah dieksploitasi dan dijadikan keuntungan. Banyak masyarakat yang dulunya bukan siapa-siapa menjadi orang yang terkenal berkat keberanian melewati batas akhlak.

Meskipun begitu, Muhadjir mengajak sivitas akademika UMM untuk yakin bahwa kebenaran akan datang. Sementara kebatilaan akan hilang sehingga kehidupan manusia menjadi lebih baik lagi.

Tak lupa, ia juga mengingatkan Kampus Putih untuk tidak hanya fokus pada diri sendiri dan merasa sudah besar. Ketika UMM berusaha maju, maka sudah barang tentu perguruan tinggi lain melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, diperlukan terobosan yang baik dibarengi dengan visi yang baik pula.

Sementara itu, Rektor UMM Fauzan, mengatakan, Ramadhan memang sudah berlalu tetapi nilai spiritual yang sudah dibangun harus terus dipertahankan. Hal ini terutama dalam rangka menyempurnakan kehidupan yang sudah dijalani.

Menurut Fauzan, kinerja yang sudah sivitas akademika Kampus Putih lakukan merupakan bagian dan cara untuk menjadi muttaqin. Apalagi jika mampu mengisi kinerja dengan nilai spiritualitas.

Insya Allah jika sivitas akademika UMM menggunakan mindset spiritual dalam mengembangkan pekerjaan, maka tentu Allah akan menurunkan hidayah dan nikmatnya yang melimpah,” kata dia.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris BPH UMM, Wakidi. Ia bersyukur kegiatan rutin halal bihalal Kampus Putih bisa berjalan kembali dengan keadaan yang lebih baik. Pada bulan Syawal ini pula, ia berharap semua dosa sudah diampuni dan mampu menjadi kehidupan yang lebih bermanfaat.

Menurut dia, tantangan masyarakat saat ini ialah menemukan cara agar bisa istikomah berjalan di jalan yang benar. Hal ini perlu dilakukan sekalipun sudah tidak berada pada masa Ramadhan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA