Selasa 10 May 2022 15:09 WIB

Bitcoin dkk Anjlok Gak Kira-Kira, Miliarder Mark Cuban Sebut Fenomena Ini Mirip Gelembung Dot-com

Pengusaha dan miliarder Mark Cuban mengungkap pendapatnya soal cryptocurrency yang mengalami penurunan. Selengkapnya di sini.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Mark Cuban (Instagram/Mark Cuban)
Mark Cuban (Instagram/Mark Cuban)

Pengusaha dan miliarder Mark Cuban mengungkap pendapatnya soal cryptocurrency yang mengalami penurunan. Menurutnya, cryptocurrency kali ini berada pada penurunan yang sama dengan yang dialami perusahaan teknologi dan internet di awal 2000-an.

Pada hari Senin, Bitcoin mencapai level terendah dalam 10 bulan karena saham AS dan penjualan token yang tidak dapat dipertukarkan, alias NFT, anjlok antara Januari dan Maret 2022. 

"Crypto sedang melalui jeda yang dilalui internet," tulisnya di Twitter melansir Market Watch di Jakarta, Selasa (10/5/22).

Baca Juga: Aneh! Miliarder Ini Gak Suka Karyawan yang Gila Kerja, Lho Kenapa?

Dalam pandangan Cuban, cryptocurrency dan hari-hari awal internet sangatlah mirip. Gelembung dot-com meledak pada tahun 2000 setelah beberapa perusahaan internet-centric menerima spekulasi investasi tingkat tinggi hanya untuk akhirnya bottom-out.

Cuban menjual perusahaannya Broadcast.com ke Yahoo pada tahun 1999 seharga USD5,7 miliar, tepat sebelum dot-com bangkrut. Broadcast.com telah dihentikan.

Sebagaimana diketahui, pemilik Dallas Mavericks ini banyak berinvestasi dan tertarik pada ruang crypto dan NFT. Dia mengklaim memiliki beberapa ribu dolar bitcoin, ethereum dan dogecoin.

Setelah popularitas NFT meledak, penjualan NFT baru-baru ini anjlok karena lebih banyak pembuat konten membanjiri pasar. Rata-rata volume transaksi harian di OpenSea, pasar NFT terbesar, turun lebih dari 55% dari Januari 2022 hingga Maret 2022, menurut platform pelacakan data crypto Dune Analytics.

Cuban mengatakan hal serupa dalam tweet yang sekarang dihapus Januari lalu.

“Menonton perdagangan cryptos, PERSIS seperti gelembung saham internet. PERSIS,” tulisnya. “Saya pikir BTC, ETH, beberapa lainnya akan dianalogikan dengan yang dibangun selama era dotcom, selamat dari gelembung yang meledak dan berkembang, seperti AMZN, EBay, dan Priceline. Banyak yang tidak mau.”

Komentar crypto terbaru Cuban ini datang karena harga pada banyak cryptocurrency anjlok. Harga untuk bitcoin melayang sekitar setengah dari puncak November di USD32.000 (Rp465 juta). Harga ethereum turun 24% selama tiga bulan terakhir, dan turun 39,2% selama 12 bulan terakhir.

Selama perdagangan Senin pagi, saham pertukaran crypto Coinbase Global turun lebih dari 13%, saham MicroStrategy turun lebih dari 17% dan saham Riot Blockchain Inc. turun lebih dari 13%.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement