Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Erdogan: Kami tak akan Pernah Paksa Warga Suriah Keluar dari Turki

Rabu 11 May 2022 03:05 WIB

Red: Esthi Maharani

Turki tidak akan pernah memaksa rakyat Suriah untuk kembali ke tanah airnya, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan

Turki tidak akan pernah memaksa rakyat Suriah untuk kembali ke tanah airnya, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan

Warga Suriah dapat kembali ke tanah air mereka kapan pun mereka mau

REPUBLIKA.CO.ID., ISTANBUL -- Turki tidak akan pernah memaksa rakyat Suriah untuk kembali ke tanah airnya, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Senin (9/5/2022).

"Warga Suriah dapat kembali ke tanah air mereka kapan pun mereka mau, tetapi kami tidak akan pernah memaksa mereka keluar dari tanah ini," kata Erdogan dalam acara peringatan 32 tahun Asosiasi Pengusaha Independen Turki (MUSIAD).

Presiden menekankan bahwa Turki akan terus menjadi tuan rumah bagi warga Suriah dan tidak akan menyerahkan mereka ke "tangan-tangan para pembunuh."

Suriah dilanda dalam perang saudara sejak awal 2011 ketika rezim menindak aksi protes massa pro-demokrasi.

Menurut angka resmi PBB, lebih dari 350.000 orang tewas selama konflik itu tetapi kelompok hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban tewas antara 500.000-600.000 jiwa.

Lebih dari 14 juta orang harus meninggalkan rumah mereka, menjadi pengungsi ke negara lain atau pengungsi internal, menurut laporan Uni Eropa (UE).

Turki adalah negara tuan rumah terbesar bagi pengungsi Suriah dan memberikan perlindungan kepada hampir 4 juta orang yang melarikan diri dari negara mereka.

Ekspor tahunan Turki capai USD240 miliar per April

Terkait perdagangan, Erdogan mengatakan selera pengusaha asing dan domestik untuk investasi di Turki terus meningkat.

"Produksi industri dan volume ekspor kami terus memecahkan rekor baru setiap bulan. Kami menutup tahun 2021 dengan volume ekspor 225 miliar dolar AS dan menetapkan tujuan besar untuk 2022. Pada April, volume ekspor 12 bulan kami melebihi 240 miliar dolar AS. Sementara rasio impor tidak termasuk energi telah melebihi 100 persen," ungkap dia.

Turki dengan keyakinan penuh akan mencapai target ekspor akhir tahun sebesar USD250 miliar, tegas Presiden Erdogan.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA