Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Fenomena Udara Terik, Bogor Masih Berpeluang Hujan Sepekan ke Depan

Selasa 10 May 2022 08:46 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan

Pengendara sepeda motor memakai mantel saat hujan di Jalan Raya Talang, Kota Bogor, Jawa Barat. Bogor masih berpeluang untuk hujan sepekan ke depan keluar dari fenomena udara terik.

Pengendara sepeda motor memakai mantel saat hujan di Jalan Raya Talang, Kota Bogor, Jawa Barat. Bogor masih berpeluang untuk hujan sepekan ke depan keluar dari fenomena udara terik.

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Bogor masih berpeluang untuk hujan sepekan ke depan keluar dari fenomena udara terik.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bogor memprakirakan, sebagian besar wilayah Bogor masih berpeluang hujan selama satu pekan ke depan. Hujan akan terjadi di tengah fenomena suhu udara terik yang terjadi di Indonesia.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Bogor, Indra Gustari, menuturkan hingga pertengahan Mei 2022, sebagian wilayah Indonesia mengalami fenomena suhu udara terik dengan suhu pada siang hari bisa mencapai 33 derajat selsicis hingga 36 derajat celcius.

Baca Juga

Kata dia, suhu wilayah Bogor yang pada waktu normal 21 hingga 30 derajat celcius, pada saat ini siang hari bisa mencapai 32 derajat celcius atau terik. Namun demikian, kelembaban masih di atas 60 persen atau basah.

“Hujan masih berpeluang terjadi selama satu pekan ke depan, tanggal 9 hingga 15 Mei 2022. Terjadi sore menjelang malam hari,” kata Indra, Senin (9/5).

Indra pun menilai, teriknya wilayah Bogor sepanjang hari lantaran saat ini wilayah Jawa Barat akan memasuki masa musim kemarau. Sehingga, perpindahan musim itu memicu suhu udara yang tinggi bahkan berpeluang terjadi cuaca ekstrem.

Di Bogor sendiri, kata Indra, berdasarkan geografi wilayahnya cenderung terjadi hujan pun memasuki musim kemarau. Hanya saja, intensitas hujan pada musim kemarau fluktuatif dan dengan durasi yang lebih singkat dibanding pada musim penghujan.

“Hampir setiap pekan Bogor pasti dilanda hujan, bahkan ketika musim kemarau sekalipun. Intensitas hujan yang tinggi di Bogor disebabkan karena faktor geografi,” jelasnya.

Meski tak jauh dari ibukota Jakarta, Bogor seolah seperti daerah terpisah dengan iklim serta sistem cuaca tersendiri. Indra menjelaslan, kemarau di Bogor terjadi pada Juli sampai September, lebih pendek dari daerah lain di sekitarnya. Suhu di Bogor relatif sejuk dengan titik terendahnya adalah 21,8 derajat selcius.

Intensitas hujan yang tinggi di Bogor disebabkan karena faktor geografi. Bogor berada di ketinggian 190-330 mdpl, terletak di kaki Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak.

Hujan yang sering melanda wilayah Bogor termasuk jenis hujan orografi atau hujan di daerah pegunungan. Awan terbentuk di Laut Jawa, kemudian naik ke area pegunungan Jawa Barat.

Uap air akan mengalami kondensasi saat menghadapi suhu dingin dari kawasan pegunungan membuat awan akan mencapai titik jenuh, hingga menyebabkan hujan. Kondisi inilah yang membuat Bogor hampir setiap hari dilanda hujan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA