Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Erdogan Bersumpah tak akan Mengusir Pengungsi Suriah

Selasa 10 May 2022 00:18 WIB

Rep: Alkhaledi kurniala/ Red: Teguh Firmansyah

 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meninjau penjaga kehormatan selama upacara penyambutan menjelang pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, Ukraina, Kamis, 3 Februari 2022.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meninjau penjaga kehormatan selama upacara penyambutan menjelang pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, Ukraina, Kamis, 3 Februari 2022.

Foto: AP/Efrem Lukatsky
Masalah pengungsi Suriah menjadi sasaran kritik oposisi Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji bahwa Turki tidak akan mengusir pengungsi Suriah kembali ke negara asal mereka. Pernyataan ini keluar setelah banyak tekanan dari partai-partai oposisi pemerintah terkait pengungsi Suriah. 

Seperti dilansir dari The New Arab, Senin (9/5/2022). Turki saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah yang melarikan diri setelah perang pecah pada 2011. Pekan lalu, pemimpin oposisi utama CHP Kemal Kilicdaroglu mengatakan partainya akan mengembalikan pengungsi Suriah ke tanah air mereka dalam waktu dua tahun jika dia berkuasa.

 “Kami akan melindungi sampai akhir saudara-saudara yang melarikan diri dari perang dan berlindung di negara kami. Tidak peduli apa yang diklaim oleh pemimpin CHP," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi. 

 “Kami tidak akan pernah mengusir mereka dari negeri ini. Pintu kami terbuka lebar untuk mereka. Kami akan terus menjamu mereka. Kami tidak akan melemparkan mereka ke pangkuan pembunuh," tambahnya. 

Erdogan menghadapi kemarahan publik yang meningkat atas para pengungsi. Ia waspada terhadap masalah yang mendominasi pemilihan presiden tahun depan.

Turki telah menyambut hampir lima juta pengungsi secara total, termasuk warga Suriah dan Afghanistan, tetapi kehadiran mereka telah menyebabkan ketegangan dengan penduduk setempat, terutama karena negara itu berada dalam gejolak ekonomi dengan melemahnya lira dan melonjaknya harga energi dan pangan.

Pekan lalu, Erdogan mengatakan Ankara bertujuan untuk mendorong satu juta pengungsi untuk kembali ke rumah dengan membangun perumahan dan infrastruktur lokal di Suriah. Warga Suriah menghadapi peningkatan diskriminasi di Turki, dengan beberapa orang diduga dideportasi secara sewenang-wenang ke negara asal mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA