Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Inflasi Kota Malang Capai 1,44 Persen

Senin 09 May 2022 21:54 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Friska Yolandha

Seorang pedagang sedang menjual daging ayam di Pasar Besar Kota Malang. Tingkat inflasi di Kota Malang pada April 2022 mencapai 1,44 persen.

Seorang pedagang sedang menjual daging ayam di Pasar Besar Kota Malang. Tingkat inflasi di Kota Malang pada April 2022 mencapai 1,44 persen.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Inflasi Kota Malang tercatat merupakan yang tertinggi di Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Tingkat inflasi di Kota Malang pada April 2022 mencapai 1,44 persen. Hal ini menyebabkan Kota Malang sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini mengatakan, delapan kota IHK di Jatim pada dasarnya mengalami inflasi pada April 2022. Namun dari kota-kota tersebut, Kota Malang tercatat paling tinggi nilai inflasinya. 

Baca Juga

"Kalau Kota Malang inflasi yang tertinggi, yang terendah ada di Kota Sumenep yaitu 0,95 persen. Jadi 0,95 persen pun termasuk terendah untuk kondisi lebaran kali ini," kata Erny dalam konferensi pers (konpers) secara daring, Senin (9/5/2022).

Jika dibandingkan dengan angka rata-rata di Jatim dan nasional, tingkat inflasi Kota Malang masih yang tertinggi. Pada April 2022, inflasi di Jatim berada di angka 1,05 persen. Sementara itu, angka inflasi untuk tingkat nasional sebesar 0,95 persen.

Berdasarkan grafik BPS, inflasi per April 2022 di Kota Malang termasuk paling tinggi dibandingkan dua tahun terakhir pada bulan yang sama. Pada April tahun lalu misalnya, Kota Malang hanya mampu memperoleh nilai inflasi sebesar 0,10 persen. Bahkan, pada April 2020 hanya mampu mendapatkan nilai minus 0,12 persen.

Menurut Erny, penyebab utama inflasi di Kota Malang adalah naiknya harga di kelompok transportasi sebesar 4,24 persen. Komoditas penyumbang inflasi pada kelompok pengeluaran ini antara lain bensin, angkutan udara, mobil, tarif kereta api, travel dan lain-lain. "Ini memang selalu naik saat Lebaran. Permintaannya naik dan harga berapapun tetap terjual," ucapnya.

Kelompok pengeluaran penyebab inflasi terbesar kedua di Kota Malang, yakni makanan, minuman dan tembakau. Komoditas-komoditas yang termasuk kategori ini seperti minyak goreng, daging, sapi, daging ayam ras dan ayam hidup. Menurut Erny, komoditas-komoditas ini acap mengalami kenaikan harga saat memasuki Lebaran.

Penyedia makanan dan minuman atau restoran termasuk kelompok pengeluaran penyebab inflasi terbesar ketiga di Kota Malang. Hal ini terutama untuk komoditas kue kering berminyak dan nasi dengan lauk. Harga komoditas ini bisa naik karena adanya peningkatan nilai jual minyak goreng. 

Selain kelompok-kelompok tersebut, kategori perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga ikut memberikan andil inflasi. Adapun komoditas-komoditas yang masuk dalam pengelompokan ini antara lain sapu, sabun cair/cuci piring dan upah rumah tangga. 

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga ikut menyumbang inflasi pada April 2022. Lebih utamanya berasal dari komoditas sabun mandi cair dan padat, shampo, tisu dan emas perhiasan. "Sejujurnya, kami tidak menyangka sabun mandi naik juga saat puasa dan Lebaran. Bayangannya hanya makanan tapi nonmakanan juga ikut naik," jelasnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA