Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

PM Kanada: Putin Bertanggung Jawab Atas Kejahatan Perang

Senin 09 May 2022 06:38 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin bertanggung jawab atas kejahatan perang di Ukraina.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin bertanggung jawab atas kejahatan perang di Ukraina.

Foto: AP/Mikhail Klimentyev/Pool Sputnik Kremlin
Putin bertanggung jawab atas kejahatan perang di Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin bertanggung jawab atas kejahatan perang di Ukraina. Dia pun mengumumkan bahwa negaranya akan menggandakan bantuan militernya untuk Kiev.

“Jelas bahwa Vladimir Putin bertanggung jawab atas kejahatan perang yang keji,” kata Trudeau dalam konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev, Ahad (8/5/2022).

Trudeau mengungkapkan, karena telah berkunjung ke Ukraina, dia menyaksikan secara langsung kebrutalan perang ilegal Rusia. Dia menekankan harus ada pertanggungjawaban atas aksi tersebut.

Sebagai bentuk dukungan, Trudeau mengatakan, Kanada akan menggandakan bantuan militer untuk Ukraina. “Hari ini saya mengumumkan lebih banyak bantuan militer, kamera drone, citra satelit, senjata ringan, amunisi, dan dukungan lainnya, termasuk pendanaan untuk operasi ranjau,” ucapnya.

Menurut Trudeau, saat ini Kanada juga sedang mengajukan sanksi baru terhadap 40 individu Rusia dan lima entitas, oligarki, serta reka dekat rezim Rusia di sektor pertahanan. Dia menilai, mereka turut terlibat dalam perang Putin di Ukraina.

Dalam kunjungannya ke Ukraina, Trudeau sempat meninjau kondisi di kota Irpin yang berada di luar Kiev. Wilayah itu sempat menjadi titik fokus pertempuran sengit antara pasukan Ukraina dan Rusia. Namun militer Rusia menarik tentaranya dari sana bulan lalu.

Serangan Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari lalu. Sejauh ini, agresi Rusia dilaporkan telah membunuh lebih dari 3.300 warga sipil di Ukraina. Jumlah aslinya diperkirakan jauh lebih tinggi. Konflik pun telah menyebabkan lebih dari 5,8 juta warga Ukraina mengungsi ke negara-negara tetangga. Hal itu menjadi krisis pengungsi terburuk di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA