Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Arus Balik di Jalur Nasional Lintas Gentong Tasikmalaya Padat

Sabtu 07 May 2022 03:30 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Lingkar Gentong, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/5/2022). Pada H+3 Lebaran 2022, kawasan Lingkar Gentong mulai dipadati pemudik yang akan menuju Bandung dan Jakarta. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 6 Mei hingga 8 Mei. Foto: Republika/Abdan Syakura

Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Lingkar Gentong, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/5/2022). Pada H+3 Lebaran 2022, kawasan Lingkar Gentong mulai dipadati pemudik yang akan menuju Bandung dan Jakarta. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 6 Mei hingga 8 Mei. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Petugas berlakukan satu arah di Jalur Lingkar Gentong menuju Garut

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Arus balik kendaraan di jalur nasional lintas Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menuju Bandung padat sehingga membuat petugas harus beberapa kali memberlakukan sistem satu arah di jalur itu, Jumat malam.

Kepadatan arus kendaraan di jalur selatan Jabar lintas Kabupaten Tasikmalaya itu sudah terjadi sejak Jumat siang hingga malam hari masih terjadi kepadatan di jalur Gentong menuju Garut. Petugas beberapa kali memberlakukan satu arah di jalur arus balik dari timur atau Tasikmalaya menuju barat atau Garut-Bandung untuk mengurai kepadatan di jalur tersebut.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jabar AKBP Matrius saat di Jalur Gentong mengatakan Jalur Selatan Jabar sedang terjadi peningkatan arus kendaraan dari arah timur ke barat."Peningkatan arus dari mulai kemarin," katanya.

Ia menyampaikan upaya mengatasi kepadatan arus kendaraan di jalur itu maka diberlakukan sistem satu arah atau penarikan kendaraan dari Gentong sampai Malangbong, Kabupaten Garut, sejauh kurang lebih 10 km.

"Pemberlakuan 'one way' karena terjadi penumpukan arus lalu lintas dari mulai Lingkar Nagreg sampai dengan Rajapolah," katanya.

Ia mengungkapkan terjadinya kepadatan arus kendaraan karena naiknya volume kendaraan yang melintas di Jalur Selatan Jabar, sementara kapasitas jalan masih terbatas hanya dua jalur yang masing-masing digunakan satu lajur.

Upaya lain untuk mengatasi kepadatan di jalur itu, kata dia, dengan pengalihan arus kendaraan dari arah Ciamis atau Tasikmalaya menuju jalur alternatif Singaparna untuk menuju Garut lalu Bandung."Kami merekayasa dengan cara mengalihkan ke Singaparna dan menarik dari Gentong ke Malangbong," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA