Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Lebaran Usai, Harga Daging Ayam di Malang Masih Tinggi

Sabtu 07 May 2022 03:05 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Seorang pedagang sedang menjual daging ayam di Pasar Besar Kota Malang. Harga komoditas daging ayam masih tinggi hingga Jumat (6/5/2022)

Seorang pedagang sedang menjual daging ayam di Pasar Besar Kota Malang. Harga komoditas daging ayam masih tinggi hingga Jumat (6/5/2022)

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Pedagang menyebut harga daging ayam tetap tinggi hingga masa Kupatan di Malang

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Harga komoditas daging ayam di Kota Malang masih tinggi hingga Jumat (6/5/2022). Hal ini diakui para pedagang daging ayam di Pasar Besar Kota Malang.

Pedagang daging ayam, Hamidah (60 tahun) mengatakan, saat ini harga daging ayam masih berkisar Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu per kilogram (kg). Sebelum Lebaran atau H-5, harga komoditas utama masih di kisaran Rp 37 ribu sampai Rp 38 ribu per kg. "Kemudian mendekati lebaran harga mulai naik, tepatnya H-1 (satu hari menjelang Lebaran)," kata Hamidah saat ditemui wartawan di Pasar Besar Kota Malang, Jumat (6/5/2022).

Meskipun ada kenaikan, Hamidah memastikan penjualan daging ayam tetap laku. Kondisi tersebut terus terjadi hingga memasuki masa Kupatan di Kota Malang. Masa Kupatan sendiri biasanya akan dilaksanakan pada hari ketujuh setelah Lebaran. 

Sebelum Lebaran, penjualan daging ayam milik Hamidah bisa mencapai 80 kg. Kemudian penjualan saat Lebaran dan setelahnya bisa sampai 100 kilogram per hari. "Dan untuk pasokan Alhamdulillah lancar tidak ada kendala karena ambil di sini saja, Malang," jelas perempuan berhijab ini.

Hamidah memperkirakan harga daging ayam akan normal kembali setelah Lebaran Ketupat. Menurut dia, kenaikan harga saat ini wajar karena banyak pedagang yang mudik. Sementara itu, tingkat penjualan meningkat sehingga harga komoditas ini mengalami kenaikan.

Kenaikan harga daging ayam juga dialami oleh pedagang lainnya, Suliyana. Saat ini harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp 40 ribu per kg. Sebelum memasuki masa Lebaran, harga daging ayam masih Rp 38 ribu per kg.

Suliyana mengaku tingkat penjualan daging ayam miliknya bisa mencapai 50 kg per hari. Jumlahnya dinilai lebih baik dibandingkan Lebaran tahun lalu. Pada masa pembatasan tersebut, dia hanya mampu menjual 20 sampai 30 kg daging ayam.

"Kalau dulu sebelum pandemi COVID-19 bisa mencapai 100 kilogram penjualan daging ayamnya. Tapi ini yang sekarang lumayan dibandingkan Lebaran tahun lalu," jelas perempuan berusia 64 tahun tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA