Tanda Amalan Ramadhan Seorang Muslim Diterima Allah SWT

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

 Sabtu 07 May 2022 05:07 WIB

Umat Islam membaca Al Quran bersama-sama di Masjid Raya Nurul Islam, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (27/4/2022). Kegiatan Khataman Al Quran yang dilakukan 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan tersebut untuk meraih malam kemuliaan (Lailatulqadar) dari Allah SWT dengan memperbanyak amal ibadah yaitu membaca Al Quran, Shalawat, Shalat Tahajud (malam) dan berdzikir.  Tanda Amalan Ramadhan Seorang Muslim Diterima Allah SWT Foto: ANTARA/Makna Zaezar Umat Islam membaca Al Quran bersama-sama di Masjid Raya Nurul Islam, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (27/4/2022). Kegiatan Khataman Al Quran yang dilakukan 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan tersebut untuk meraih malam kemuliaan (Lailatulqadar) dari Allah SWT dengan memperbanyak amal ibadah yaitu membaca Al Quran, Shalawat, Shalat Tahajud (malam) dan berdzikir. Tanda Amalan Ramadhan Seorang Muslim Diterima Allah SWT

Kebiasaan para salaf adalah selalu berdoa amalan Ramadhan mereka diterima Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan, apa yang menjadi pertanda amalan seorang Muslim diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala?

Dikutip dari buku Fikih Bulan Syawal oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ketika membicarakan faedah puasa Syawal, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena jika Allah menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan saleh setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah diikutkan dengan kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif)

Baca Juga

Salah satu pelajaran yang bisa dipetik adalah dari perkataan ulama,

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”

Di samping itu, perkataan yang lainnya yang diutarakan oleh Ibnu Katsir ketika membahas tafsir surat Al-Lail, “Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7:583).

Tanda amalan Ramadhan diterima adalah menjadi lebih baik selepas Ramadhan atau minimal menjaga kebaikan yang telah ada. Contoh kebaikan yang dilakukan setelah Ramadhan adalah puasa Syawal. Tanda amalan di bulan Ramadhan tidak diterima adalah setelah Ramadhan tidak ada lagi kebaikan, bahkan sampai meninggalkan kewajiban seperti kewajiban sholat lima waktu.

Ingatlah, kebiasaan para salaf adalah selalu berdoa agar amalan mereka di bulan Ramadhan diterima oleh Allah dan agar dipanjangkan umur bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Sebagian salaf berkata, ‘Dahulu mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan berikutnya agar Allah menerima amalan mereka.” (Lathaif Al-Ma’arif).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X