Jumat 06 May 2022 16:23 WIB

Pakar Kesehatan Ungkap Pentingnya Survailans Kasus Hepatitis Misterius

Tiga anak di Jakarta meninggal diduga mengalami hepatitis akut berat.

Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan pentingnya melakukan surveilans hepatitis misterius.
Foto: Dok Pribadi
Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan pentingnya melakukan surveilans hepatitis misterius.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli kesehatan yang juga mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mendukung upaya pemerintah melakukan survailans secara masif terhadap penyakit hepatitis misterius pada anak. Ia menyebut, survailans harus dilakukan.

"WHO sudah memberikan kriteria bahwa kasus probable hepatitis akut bergejala berat jika pasien anak di bawah usia 16 tahun tidak ditemukan hepatitis A, B, C, D, atau E," kata Prof Tjandra yang dikonfirmasi Antara di Jakarta, Jumat (6/5).

Baca Juga

Prof Tjandra mengatakan, Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit hepatitis akut bergejala berat hingga saat ini belum memiliki definisi konfirmasi secara medis karena belum diketahui secara pasti sebabnya. Sementara status probable merupakan rangkaian diagnosis sebelum status terkonfirmasi pasien diberlakukan.

Tjandra mencontohkan, laporan tiga anak di Jakarta yang meninggal diduga mengidap hepatitis akut berat. Kasusnya belum bisa dikatakan sebagai probable, sebab belum dibuktikan secara laboratorium adanya kemungkinan negatif terinfeksi hepatitis A, B, C, D atau E.

"Karena kalau salah satunya positif, bisa saja itu hepatitis yang lama (hepatitis A, B, C, D, E)," katanya.

Menurut Prof Tjandra, hepatitis akut sebenarnya sudah ada lama di dunia, termasuk di Indonesia, tapi dalam jumlah kasus yang sangat sedikit atau jarang terjadi. Pun dengan kasus hepatitis negatif A, B, C, D dan E, terutama di negara maju.

"Di Inggris, mereka sudah bisa mendeteksi kasus negatif hepatitis A-E. Tiba-tiba di Inggris yang kasusnya jarang, jadi banyak. Itulah yang memicu situasi global saat ini," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement