Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

AS dan Meksiko Sepakat Bantu Amerika Tengah

Rabu 04 May 2022 10:39 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard, berjalan ke Ruang Perjanjian di Departemen Luar Negeri, Selasa, 3 Mei 2022, di Washington.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard, berjalan ke Ruang Perjanjian di Departemen Luar Negeri, Selasa, 3 Mei 2022, di Washington.

Foto: AP Photo/Manuel Balce Ceneta
AS setujui proposal Meksiko meluncurkan program penciptaan lapangan kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan pemerintah Amerika Serikat (AS) menyetujui proposal Meksiko untuk meluncurkan program penciptaan lapangan kerja di Amerika Tengah. Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan kawasan.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers Selasa (3/5/2022) usai Ebrard bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas. Mereka dilaporkan membahas tentang isu imigrasi.

Baca Juga

Sudah lama Washington meminta Meksiko untuk mengelola gelombang imigran yang mencoba masuk AS. Pada Selasa kemarin pihak berwenang Meksiko mengkosongkan kamp imigran di sebelah utara Kota Reynosa.

Otoritas imigrasi Meksiko, INM mengatakan kamp-kamp itu merebak dalam beberapa tahun terakhir hingga menampung lebih dari 2.000 orang. Kamp Reynosa didirikan pada Maret 2021 di alun-alun seberang perbatasan AS, McAllen, Texas.

Banyak imigran yang berkemah di kamp itu mengatakan mereka melarikan diri dari kekerasan atau persekusi di negaranya. Foto-foto yang dirilis INM memperlihatkan para imigran berbaris dari kamp itu, membawa koper, ransel dan barang-barang mereka.

INM mengatakan di bawah pengawasan polisi dan polisi militer National Guard, para imigran meninggalkan kamp itu pukul 23.00 waktu setempat. Aktivis imigran khawatir dengan kamp Reynosa sebab lokasinya terletak di salah satu kota perbatasan yang paling berbahaya di Meksiko.

Pada bulan Februari lalu pihak berwenang Meksiko juga mengkosongkan kamp imigran besar di kota perbatasan Tijuana. Para aktivis mengkritik kondisi perkemahan tersebut.

Kamp-kamp ini didirikan selama pandemi virus korona setelah mantan presiden AS Donald Trump menolak pencari suaka dan imigran lain di perbatasan dengan alasan kesehatan. Pada bulan 23 Maret lalu Presiden AS Joe Biden mencabut kebijakan itu. Tapi hakim AS meminta pihak berwenang menunda proses pencari suaka.

Kementerian Keamanan Dalam Negeri mengatakan Menteri Alejandro Mayorkas sedang membahas strategi AS untuk mengakhiri kebijakan Trump dengan Ebrard. Keduanya membahas cara AS dan Meksiko membantu kawasan agar perbatasan dapat dikelola dan memulangkan para imigran yang tidak memenuhi syarat bantuan kemanusiaan.

Pendiri organisasi kemanusiaan Solidarity Engineering Christa Cook mengatakan hanya tinggal 400 orang yang masih bertahan di kamp Reynosa pada Senin (2/5/2022) malam termasuk 150 anak-anak. Solidarity Engineering membantu menyediakan air dan peralatan kebersihan bagi penghuni kamp.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA