Selasa 03 May 2022 23:51 WIB

Libur Lebaran, Okupansi Hotel Kota Bogor Capai 68 Persen

PHRI Kota Bogor menyebut saat ini seluruh karyawan hotel sudah bekerja full

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Anak-anak berenang di area kolam renang Hotel The 1O1, Suryakencana, Kota Bogor.Tingkat keterisian atau okupansi hotel di Kota Bogor pada masa Lebaran 2022 mencapai 68 persen. Besarnya okupansi hotel tahun ini lebih baik dibandingkan lebaran tahun lalu.
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Anak-anak berenang di area kolam renang Hotel The 1O1, Suryakencana, Kota Bogor.Tingkat keterisian atau okupansi hotel di Kota Bogor pada masa Lebaran 2022 mencapai 68 persen. Besarnya okupansi hotel tahun ini lebih baik dibandingkan lebaran tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Tingkat keterisian atau okupansi hotel di Kota Bogor pada masa Lebaran 2022 mencapai 68 persen. Besarnya okupansi hotel tahun ini lebih baik dibandingkan lebaran tahun lalu.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, menyebutkan pada masa Lebaran tahun sebelumnya, okupansi hotel rata-rata di bawah 50 persen.

“Okupansi hotel di Kota Bogor naik 68 persen dan diprediksi hingga selesai masa liburan Minggu, 8 Mei nanti,” kata Yuno, Selasa (3/5).

Dibanding pada masa Ramadhan dan masa Lebaran dalam dua tahun terakhir, Yuno melanjutkan, ada peningkatan kisaran 10 hingga 20 persen.

“Dibanding Ramadhan atau Lebaran tahun-tahun kemarin, pada 2022 lebih baik. Angka okupansi Lebaran dua tahun terakhir di bawah 50 persen,” kata Yuno.

Oleh karenanya, Yuno mengatakan, dengan adanya peningkatan okupansi hotel, maka seluruh karyawan hotel tidak lagi bekerja secara shift. 

Sebab, pada pertengahan 2021, diperkirakan ada 60 persen karyawan hotel yang dirumahkan. Bahkan, posisi general manager sebagian besar tidak masuk setiap hari, sebab diprioritaskan masuk untuk karyawan di bagian pelayanan.

Yuno memaparkan, saat itu dari 71 hotel di Kota Bogor yang tergabung di PHRI Kota Bogor, hampir seluruh hotel telah menerapkan kebijakan unpaid leave kepada para karyawannya. Bahkan, ada sekitar lima hotel di antaranya sedang tutup untuk sementara.

“(Karyawan yang bekerja) sudah full,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement