Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Polisi Kejar Pelaku Curat dengan Korban Mahasiswa di Bandung

Selasa 03 May 2022 21:04 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Bayu Hermawan

Garis Polisi (ilustrasi)

Garis Polisi (ilustrasi)

Foto: Antara/Jafkhairi
Polisi masih kejar pelaku curat dengan korban nahasiswa di Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jajaran kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian dengan kekerasan (curat) terhadap salah seorang mahasiswa di Jalan Sukarajin, Kota Bandung, Senin (2/5/2022) kemarin. Selain itu dilakukan pendalaman untuk mengetahui para pelaku.

"Masih dalam lidik, pendalaman," ujar Kapolsek Cibeunyi Kidul Kompol Aam Handian saat dikonfirmasi, Rabu (3/5/2022). 

Baca Juga

Kapolsek menjelaskan bahwa peristiwa yang menimpa korban bukan begal namun pencurian dengan kekerasan. "Bukan begal, pencurian disertai dengan kekerasan," ucapnya.

Sebelumnya, Husni (22 tahun) mahasiswa salah satu kampus di Kota Bandung menjadi korban begal saat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, tepatnya, Senin (2/5/2022) pukul 01.00 dini hari. Korban mengalami luka di bagian dada kanan dan lengan akibat tusukan senjata tajam serta harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Kakak korban Rian (26 tahun) bercerita bahwa Husni sepulang belanja pakaian di Jalan Trunojoyo mengunjungi temannya di Jalan Sukarajin, tepatnya di belakang salah satu kampus swasta sekitar pukul 01.00 Wib, Senin (2/5/2022). Ia menuturkan adiknya memarkirkan mobil di depan gang dan harus berjalan kaki untuk menuju ke kediaman temannya.

"Adik saya sehabis belanja dari Trunojoyo, belanja baju terus main ke kost teman di belakang kampus YPKP Jalan Sukarajin, lokasi di belakang kampus sekitar jam 1 dini hari. Dia balik ke mobil ada yang ketinggalan gak tahu mau pulang. Belum nanya, kondisinya masih belum stabil," ujarnya saat dihubungi, Selasa (3/5/2022).

Ia mengaku belum banyak berbicara dengan adiknya terkait peristiwa yang terjadi disebabkan trauma. Namun berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian terlihat adiknya tengah berjalan menuju mobil dan berpapasan dengan dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor berboncengan

"Pas depan CCTV (pelaku) berpapasan dengan adik saya, dilihat dari CCTV adik saya bawa HP lalu begal putar balik melihat adik bawa HP. Pas nyamperin bawa pisau langsung nodong," ujarnya.

Ia menuturkan adiknya sempat menolak memberikan handphone miliknya kepada para pelaku dan sempat memberikan perlawanan. Namun, akhirnya kewalahan dan terkena sabetan senjata tajam dibagian tangan dan tusukan di dada kanan.

"Adik saya gak mau (nyerahin HP), pelaku langsung mukul gak tahu bagian muka atau kepala, terus dilawan dipegang dirangkul sama adik saya akhirnya kewalahan sampai mau jatuh. Dia kena sabetan ke tangan sama pisau kedua dada kanan langsung adik saya oleng," katanya.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA