Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Puncak Arus Mudik, 75 ribu Kendaraan Masuk Banyumas

Ahad 01 May 2022 21:22 WIB

Rep: Idealisa masyrafina/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kendaraan pemudik melintasi ruas jalur tengah Ajibarang, Banyumas, Jateng, Sabtu (30/4/2022). Sejumlah 67.878 kendaraan terpantau memasuki wilayah Kabupaten Banyumas, Jateng, melalui ruas jalur Ajibarang pada Jumat (29/4/2022), yang didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor.

Kendaraan pemudik melintasi ruas jalur tengah Ajibarang, Banyumas, Jateng, Sabtu (30/4/2022). Sejumlah 67.878 kendaraan terpantau memasuki wilayah Kabupaten Banyumas, Jateng, melalui ruas jalur Ajibarang pada Jumat (29/4/2022), yang didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor.

Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Dinas Perhubungan catat terjadi peningkatan 4x lipat volume kendaraan di Banyumas

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Sebanyak lebih dari 75 ribu kendaraan telah memasuki wilayah Kabupaten Banyumas, Ahad (1/5/22). Arus lalu lintas terpantau ramai lancar dengan puncak arus mudik telah terjadi pada Jumat (29/4/22) hingga Sabtu (30/4/22).

Saat ini, terjadi peningkatan volume kendaraan di perkotaan hingga empat kali lipat. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Agus Nur Hadi, jumlah kendaraan dalam kondisi normal sebesar 10 ribu per hari.

"Kondisi normal sekitar 10 ribu kendaraan, naiknya rata-rata 42 ribu kendaraan," kata Agus Nur Hadi kepada Republika, Ahad (1/5/22).

Arus kendaraan total saat ini, naik dari 67.878 pada Sabtu (30/4/22) menjadi 75.461 pada Ahad (1/5/22) pagi atau naik 7 persen (7.587 kendaraan).

Kasat Lantas Polresta Banyumas Kompol Ari Prayitno menambahkan, arus lalu lintas yang datang dari arah Ajibarang, sudah mulai landai karena kepadatan arus sudah terjadi pada Jumat dan Sabtu. Simpang Ajibarang merupakan penghubung antara jalur Pantura dengan jalur selatan dan tengah, dan berbatasan langsung dengan exit Tol Pejagan, Brebes.

Kendati begitu, peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Banyumas, belum berdampak signifikan pada kemacetan di perkotaan.

"Sejauh ini tidak ada kemacetan yang stuck. Di dalam kota memang ramai namun mengalir. Penggelaran personil sudah ada di dalam kota," kata Kompol Ari.

Menurutnya, adanya perlambatan dikarenakan meningkatnya jumlah kendaraan dibandingkan dengan keadaan normal. Kendaraan didominasi oleh oleh kendaraan roda empat dan bus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA