Ahad 01 May 2022 18:45 WIB

Inggris: Rusia Terpaksa Gabungkan Unit Tempur yang Pecah

Rusia terpaksa gabungkan unit-unit tempur Rusia yang pecah dan kehabisan sumber daya

Barisan pasukan Angkatan Darat Rusia yang akan berpartisipasi dalam parade berjalan di sepanjang jalan untuk menghadiri latihan parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Merah, di Moskow, Rusia, Senin, 25 April 2022.
Foto: AP Photo/Alexander Zemlianichenko
Barisan pasukan Angkatan Darat Rusia yang akan berpartisipasi dalam parade berjalan di sepanjang jalan untuk menghadiri latihan parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Merah, di Moskow, Rusia, Senin, 25 April 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Militer Inggris memberikan perkembangan terbaru mengenai invasi Rusia ke Ukraina. London mengatakan Rusia terpaksa menggabungkan dan mengerahkan kembali unit-unit tempur Rusia yang pecah dan kehabisan sumber daya setelah gagal dalam serangan timur laut Ukraina.

"Rusia masih kekurangan koordinasi taktis, rendahnya kecakapan tingkat unit dan bantuan udara yang tidak konsisten membuat Rusia tidak dapat memanfaat kekuatan tempur sepenuhnya, walaupun terdapat peningkatan lokal," kata militer Inggris dalam cicitannya, Sabtu (30/4/2022).

"Rusia berharap memperbaiki masalah yang sebelumnya membatasi invasinya dengan mengkonsentrasikan kekuatan tempur secara geografis, memperpendek jalur pasokan dan menyederhanakan komando dan kontrol," tambahnya.

Sebelumnya pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) juga mengatakan mengatakan karena kuatnya perlawanan dari Ukraina serangan Rusia jauh melambat dari yang direncanakan.

"Kami juga menilai karena kemajuan yang lambat dan tidak merata ini, sekali lagi, tanpa memiliki pengetahuan sempurna pada setiap aspek rencana Rusia, kami yakin dan menilai mereka melewatkan jadwal apa yang mereka coba capai di Donbas," kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

Ia mengatakan AS yakin Rusia "setidaknya beberapa hari dibelakang" jadwal yang mereka inginkan. Rusia masih mengepung pasukan Ukraina di timur negara itu.

Pasukan Rusia mencoba bergerak keluar dari utara Mariupol sehingga dapat maju ke arah pasukan Ukraina dari sebelah selatan. Tapi, menurut pejabat itu, kemajuan pasukan Rusia lambat, tidak merata dan tidak menentukan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement