Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Puncak Arus Mudik Lebaran 2022 Sudah Lewat, Stasiun Bandung Mulai Sepi

Ahad 01 May 2022 14:15 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Anggota Brimob dan K-9 Polda Jabar berpatroli di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

Anggota Brimob dan K-9 Polda Jabar berpatroli di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Puncak arus balik 2022 sendiri diperkirakan terjadi pada tanggal 4 dan 5 Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pergerakan pemudik pada arus mudik lebaran 2022 di stasiun Bandung hingga H-1 atau Ahad (1/5/2022) mengalami penurunan. Puncak arus mudik 2022 sendiri terjadi pada hari Jumat (29/4/2022) hingga Sabtu (30/4/2022) kemarin. 

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop II Kuswardoyo mengatakan, pergerakan pemudik di stasiun relatif pada H-1 lebaran alami penurunan. Mayoritas pemudik yang berangkat ke wilayah timur dan datang dari barat berimbang. 

Baca Juga

"Kondisinya hari ini H-1 lebaran jumlah pengguna jasanya sudah jauh berkurang dibandingkan hari kemarin. Hari kemarin saja data yang ada di kami Daop 2 menjual tiket lebih kurang 11.969 tiket yang kami jual. Sedangkan hari ini baru 10.800 tiket jadi bedanya 1.200 tiket dengan hari kemarin. Kemarin hampir mencapai 12 ribu," ujarnya, Ahad (1/5/2022). 

Ia melanjutkan, puncak arus mudik 2022 di stasiun Bandung terjadi pada hari Jumat (29/4/2022) dan Sabtu (30/4/2022) kemarin. Pemudik dominan berangkat ke wilayah Timur. 

"29 dan 30 diprediksi hari puncak dan memang betul hari kemarin hari puncak pada masa mudik lebaran. Keberangkatan dari Bandung sudah berimbang ya keberangkatan ke timur maupun ke barat. Cuma dominasi di Daop II ke arah timur," katanya. 

Ia melanjutkan puncak arus balik 2022 sendiri diperkirakan terjadi pada tanggal 4 dan 5 Mei mendatang. Lebaran 2022 sendiri memiliki keunikan sebab yang datang dari barat dan berangkat ke timur berimbang. 

"Selama masa posko angkutan lebaran tanggal 22 sampai 1 Mei jumlah orang yang berangkat dari Daop II dan datang ke Daop II Bandung datang berimbang. Dulu banyak yang mudik sekarang berimbang selisihnya hanya sedikit yang datang dan berangkat," katanya. 

Ia mengatakan, kondisi tersebut terjadi dipengaruhi oleh situasi dua tahun terakhir pandemi yang akhirnya kebijakan mudik dilarang. Namun saat ini perlahan mudik sudah diperbolehkan. 

"Trennya arus mudik arah Bandung ke timur sekarang gak justru dari Bandung ke timur dan dari barat ke timur banyak yang masuk hampir berimbang," katanya. 

Pihaknya menyiapkan personel dan posko untuk arus mudik dan balik. Arus pemudik lebaran 2022 masih kecil dibandingkan tahun 2019. 

"Jumlah penumpang angkutan lebaran ini baru 65 persen jika dibandingkan masa 2019 jadi masih ada selisih cukup jauh," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA