Sabtu 30 Apr 2022 22:53 WIB

Mengoleksi Telur dari Aneka Jenis Hewan, Pengusaha Brebes Ingin Buat Museum Telur

Perajin telur asin asal Brebes punya puluhan koleksi telur dari beragam hewan.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Reiny Dwinanda
Pengusaha telur asin panggang khas Brebes, M. Nurosidin (66 tahun) bercita-cita membuat museum telur yang dapat mengedukasi tentang ragam telur dari berbagai fauna. Sekitar 83 telur dari beragam hewan lokal maupun luar negeri telah dikumpulkannya sejak tahun 2011. Ia juga tekenal di kotanya sebagai produsen telur asin panggang pertama di Indonesia.
Foto: Republika/Alkhaledi kurnialam
Pengusaha telur asin panggang khas Brebes, M. Nurosidin (66 tahun) bercita-cita membuat museum telur yang dapat mengedukasi tentang ragam telur dari berbagai fauna. Sekitar 83 telur dari beragam hewan lokal maupun luar negeri telah dikumpulkannya sejak tahun 2011. Ia juga tekenal di kotanya sebagai produsen telur asin panggang pertama di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Perajin telur asin di Kabupaten Brebes, Muhammad Nurosidin, mengungkapkan cita-citanya untuk membuat museum telur pertama di kotanya, bahkan di Indonesia. Selama bertahun-tahun, ia sudah mengoleksi 83 macam telur dari hewan lokal maupun luar negeri untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

Pria yang akrab dipanggil Pak Rosid ini memajang koleksi telur-telur tersebut di toko miliknya. Ada lebih dari seratus cangkang telur dari 83 macam hewan dipajang di sebuah etalase dengan apik. Ada telur burung unta, kasuari, buaya, kalkun, ular, macam-macam ayam, cicak, hingga burung emu yang berasal dari Australia.

Baca Juga

Obsesi Rosid ini bermula sejak menjadi perajin telur asin panggang yang cukup terkenal di kotanya. Selain sebagai barang koleksi, pria 66 tahun ini berharap museum telur bisa mengedukasi banyak orang tentang ragam telur hewan.

"Yang jelas saya ingin membuat museum telur, belum terlaksana, mungkin nanti ada jalannya, entah nanti oleh anak saya," ujarnya kepada Republika.co.id, Sabtu (30/4/2022).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement