Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Orang Tua Jadi Contoh Anak Menaati Protokol Kesehatan

Sabtu 30 Apr 2022 20:31 WIB

Red: Nora Azizah

Orang tua menjadi 'role model' bagi anak termasuk menerapkan protokol kesehatan.

Orang tua menjadi 'role model' bagi anak termasuk menerapkan protokol kesehatan.

Foto: www.wikimedia.com
Orang tua menjadi 'role model' bagi anak termasuk menerapkan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajer Media dan Brand Save the Children Indonesia Dewi Sri Sumanah mengingatkan bahwa orang tua menjadi contoh untuk anak taat melakukan protokol kesehatan selama proses mudik Lebaran, sebagai salah satu langkah untuk mencegah penularan COVID-19. "Orang tua menjadi role model untuk anaknya. Contoh, orang tuanya tidak pakai masker, tapi menyuruh anaknya pakai masker, anaknya mau pakai tidak kira-kira? Jadi orang tuanya harus mencontohkan dulu," ujar Dewi dalam diskusi virtual yang diadakan Komunikasi Publik Satgas Penanganan COVID-19 yang diikuti dari Jakarta, Sabtu (30/4/2022).

Dewi mengatakan orang tua harus memberikan contoh taat melaksanakan protokol kesehatan, tidak hanya meminta anak untuk melakukannya. Hal itu dilakukan untuk mendorong ketaatan protokol kesehatan pada anak saat melakukan mudik Lebaran.

Baca Juga

Dia juga mengingatkan bahwa dalam proses mudik tahun ini agar orang tua menata emosi ketika berhadapan dengan anak, mengingat kondisi dalam perjalanan mudik yang tidak menentu. "Karena kenyamanan anak kuncinya juga di orang tua. Kenyamanan anak selama proses mudik, di kampung halaman, sampai selamat kembali ke asal. Bagaimana orang tua bisa mencontohkan perilaku adaptif dan juga bisa menata emosinya," ujarnya.

Pentingnya menata emosi itu juga ditekankan oleh psikolog klinis A Kasandra Putranto yang mengatakan bahwa penting untuk mengingat dan memastikan di tengah kompleksitas yang dimiliki, termasuk ketika mudik, untuk dapat menata emosi. Psikolog yang berpraktik di Kassandra & Associates itu menjelaskan bahwa melatih emosi bukanlah hal yang instan bisa dilakukan dan memerlukan proses untuk berlatih.

"Ini yang harus kita latih dari awal. Contoh paling gampang, tips ambil napas, buang napas. Yang kedua relaksasi otot, karena kalau kita lagi marah semua otot tertarik kencang," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA