160 Ribu Muslim Palestina Ikut Jumatan Terakhir Ramadhan di Al Aqsa

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

 Sabtu 30 Apr 2022 17:07 WIB

Jamaah melaksanakan sholat Jumat terakhir bulan suci Ramadhan di Masjid Dome of the Rock di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Yerusalem. 160 Ribu Muslim Palestina Ikut Jumatan Terakhir Ramadhan di Al Aqsa Foto: AP/Mahmoud Illean Jamaah melaksanakan sholat Jumat terakhir bulan suci Ramadhan di Masjid Dome of the Rock di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Yerusalem. 160 Ribu Muslim Palestina Ikut Jumatan Terakhir Ramadhan di Al Aqsa

Jamaah tetap mendatangi Masjid Al Aqsa meski ada keamanan ketat dari Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Puluhan ribu warga Palestina melakukan sholat Jumat terakhir pada bulan Ramadhan di Masjid Al Aqsa pascaserangan Israel di tempat itu beberapa waktu lalu. Diperkirakan sekitar 160 ribu orang mengikuti sholat Jumat di Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.  

Seperti dilansir The New Arab pada Sabtu (30/4/2022) puluhan ribu warga Palestina melaksanakan sholat Jumat terakhir pada bulan Ramadhan di Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Mereka tetap mendatangi Masjid Al Aqsa meski ada keamanan ketat dari Israel dan pada hari sebelumnya terjadi  serangan yang menyebabkan puluhan orang terluka.

Baca Juga

Aktivis dan saksi mata di masjid mengatakan bahwa sekitar 250 ribu orang menghadiri sholat Jumat, sementara Departemen Wakaf Islam di Yerusalem memberikan perkiraan yang lebih rendah yaitu 160 ribu orang.

Sejak Jumat (29/4/2022) pagi, ribuan warga Palestina mulai berdatangan ke masjid yang merupakan situs tersuci ketiga Islam dari dalam perbatasan Israel tahun 1948 dan Tepi Barat yang diduduki. Israel secara ilegal menduduki Yerusalem Timur tempat masjid itu berada setelah perang Arab-Israel tahun 1967.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan bahwa sholat dilakukan saat pasukan keamanan Israel dikerahkan di gerbang masjid. Setelah sholat, demonstrasi terjadi di halaman masjid, di mana para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Hamas.

Di sisi lain, para penembak jitu Israel mengambil posisi di gedung-gedung sekitarnya, sementara drone memantau keadaan di sekitar Al Aqsa. Sebelumnya, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 42 warga Palestina terluka ketika pasukan keamanan Israel menyerbu halaman masjid setelah sholat subuh.

Pasukan keamanan Israel juga dikerahkan secara paksa di Kota Tua Yerusalem. Mereka mencoba untuk mencegah warga Palestina di bawah usia 50 tahun memasuki masjid. Namun, pada akhirnya mereka mengizinkan warga Palestina yang lebih muda masuk dalam upaya menghindari bentrokan.

Namun, sekitar 19 warga Palestina ditahan oleh pasukan Israel di Kota Tua pada siang hari. Sekitar 300 warga Palestina terluka oleh serangan Israel di Masjid Al Aqsa selama dua minggu terakhir Ramadhan, dengan ekstremis Yahudi memasuki halaman masjid dan melakukan ritual provokatif dengan perlindungan polisi Israel. Beberapa ekstremis Yahudi ingin menghancurkan masjid dan membangun kuil Yahudi di tempatnya, sementara yang lain berusaha untuk membagi situs antara Muslim dan Yahudi. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X