Kamis 28 Apr 2022 21:14 WIB

Masyarakat Padati Layanan Penukaran Uang di Terminal Pulo Gebang

Penukaran uang di tempat publik lebih mudah diakses ketimbang harus pergi ke bank.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Dua karyawan bank melayani penukaran uang di gerai penukaran uang pecahan kecil (ilustrasi). Masyarakat memadati layanan penukaran uang di Terminal PuloGebang, Jakarta Timur, Kamis (28/4/2022), untuk nantinya dibagi-bagikan kepada sanak saudara saat perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah.
Foto: ANTARA/Adiwinata Solihin
Dua karyawan bank melayani penukaran uang di gerai penukaran uang pecahan kecil (ilustrasi). Masyarakat memadati layanan penukaran uang di Terminal PuloGebang, Jakarta Timur, Kamis (28/4/2022), untuk nantinya dibagi-bagikan kepada sanak saudara saat perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat memadati layanan penukaran uang di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (28/4/2022), untuk nantinya dibagi-bagikan kepada sanak saudara saat perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah.

Mereka rela menunggu giliran sejak pagi agar bisa menukarkan uang dengan nilai nominal yang dibutuhkan. "Saya sejak jam 06.00 WIB pagi sudah antre. Sebelumnya sudah tiga kali tukar uang di Terminal ini, nah sekarang ini saya nemanin kawan tukar uang buat lebaran nanti," kata Sri (54 tahun) saat dijumpai tengah menunggu giliran menukar uang di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Kamis (28/4/2022).

Baca Juga

Selain karena dekat dari tempat tinggalnya di Ujung Menteng, menurut Sri, layanan penukaran uang di tempat publik lebih mudah diakses ketimbang harus pergi ke bank. Ia mengaku sudah terbiasa menjelang Lebaran menukarkan uang di fasilitas-fasilitas penukaran resmi karena lebih cepat dan mudah.

Nurhakim (24 tahun) masyarakat lainnya juga mengaku kehadiran layanan penukaran uang di tempat publik itu mempermudah dirinya yang baru mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk bisa mendapatkan pecahan uang yang sesuai sebelum nantinya dibagikan kepada saudara pada momen Lebaran. "Ya karena THR baru turun, terus tempat kerja juga deket jadi tukar saja di sini. Enggak apa-apa antre sedikit, ini kan enggak ada potongan atau biaya tambahan juga. Saya mau nuker pecahan Rp 5.000 sama Rp 10.000 buat keponakan-keponakan," kata Nurhakim.

Senada dengan Nurhakim, Tuti (40 tahun) ibu rumah tangga merasa terbantu dengan hadirnya jasa penukaran uang yang difasilitasi bank secara resmi di tempat- tempat publik. Menurutnya, selain memudahkan kehadiran layanan ini juga membantu masyarakat terhindar dari jasa penukaran uang yang kerap memberikan biaya ekstra.

"Saya telat tukarnya, biasanya dua minggu sebelum lebaran saya sudah tukar di bank. Tapi karena kemarin THR suaminya telat turun, bagus ada layanan kayak begini di dekat rumah. Bagusnya karena dari bank langsung jadi enggak ada potongan atau biaya tambahan," kata Tuti.

Selain masyarakat yang tinggal di dekat Terminal Terpadu Pulo Gebang, beberapa pemudik pun terpantau ikut melakukan penukaran uang sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya. Adapun dua layanan yang tersedia untuk penukaran uang di Pintu Barat Terminal Terpadu Pulo Gebang yang tersedia Kamis (28/4/2022) ini berasal dari Bank Mandiri dan Bank Mega.

Layanan penukaran uang itu pun diakomodasi oleh Bank Indonesia dalam program bernama "Serambi Rupiah Ramadhan" yang ditujukan agar masyarakat bisa mendapatkan penukaran uang dengan pecahan kecil menjelang perayaan Idul Fitri 1443 H.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement