Kamis 28 Apr 2022 15:52 WIB

Terminal Purabaya Kerahkan 1.534 Bus untuk Angkutan Mudik

Bus yang disiapkan terdiri dari dua jenis AKAP dan AKDP

Rep: dadang kurnia/ Red: Hiru Muhammad
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan), berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri), Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta (kedua kanan), Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto (tengah), Pangkoarmada 2 Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto (kedua kiri)  saat meninjau pos pelayanan dan pos terpadu di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (27/4/2022). Kunjungan tersebut untuk melihat kesiapan pos pelayanan dan pos terpadu untuk arus mudik Lebaran 2022.
Foto: ANTARA/Umarul Faruq
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan), berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri), Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta (kedua kanan), Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto (tengah), Pangkoarmada 2 Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto (kedua kiri) saat meninjau pos pelayanan dan pos terpadu di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (27/4/2022). Kunjungan tersebut untuk melihat kesiapan pos pelayanan dan pos terpadu untuk arus mudik Lebaran 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Purabaya, Andi Cipto Adi mengatakan, pihaknya mengerahkan sekitar 1.534 armada bus untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri 1443 H. Bus yang disiapkan ada dua jenis. Yakni bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). "Untuk AKAP ada 433 bus, yang AKDP 1.101 bus. Total seluruhnya ada 1.534 armada kita kerahkan untuk mudik angkutan darat," ujarnya, Kamis (28/4).

Andi mengatakan, selama masa angkutan Mudik, tepatnya mulai 22 hingga 27 April 2022, tercatat mulai terjadi kenaikkan penumpang, meskipun belum signifikan. Andi memprediksi, lonjakan yang signifikan baru akan terjadi mulai 28 April 2022. Apalagi pemerintah sudah menetapkan cuti bersama dimulai Jumat (29/4).  "Setelah aktivitas, tanggal 28 cuti itu kemungkinan itu padat," ujarnya.

Baca Juga

Namun demikian, Andi memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif jika lonjakan pemudik yang menggunakan bus terjadi sangat signifikan. Dimana pihaknya telah menyiagakan bus cadangan. Andi pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Perusahaan Otobus (PO) di Jatim, dan mereka siap mengerahkan armada tambahan."Variatif (jumlah armada yang disiagakan setiap PO). Masing-masing PO ada yang 5 ada yang 10. Kan masing-masing menyediakan itu untuk mengantisipasi lonjakan," kata dia.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement