Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Adenovirus 41F Kemungkinan Picu Wabah Hepatitis pada Anak

Kamis 28 Apr 2022 00:33 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Seorang ayah dan anaknya terpaksa tidur di ranjang yang sama di rumah sakit di Krasnodon, Ukraina, Selasa 24 Juni 2003 akibat wabah hepatitis A. Kini, kasus hepatitis A meningkat di beberapa negara.

Seorang ayah dan anaknya terpaksa tidur di ranjang yang sama di rumah sakit di Krasnodon, Ukraina, Selasa 24 Juni 2003 akibat wabah hepatitis A. Kini, kasus hepatitis A meningkat di beberapa negara.

Foto: EPA PHOTO/PHOTOMIG/Oleg ZAKHAROV
Terjadi peningkatan kasus hepatitis pada anak di beberapa negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum lama ini, ada cukup banyak laporan di mana anak-anak mengalami gejala hepatitis yang belum diketahui penyebabnya. Namun, para ahli menilai kasus hepatitis tersebut dipicu oleh infeksi sebuah strain adenovirus bernama 41F.

Di Inggris, misalnya, saat ini ada 114 anak yang terdiagnosis dengan hepatitis. Jumlah kasus ini tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Anak-anak yang terkena hepatitis mengalami gejala seperti merasa mual atau muntah dan diare yang diikuti oleh sakit kuning atau jaundice.

Baca Juga

Menurut laporan dari UK Health Security Agency (UKHSA), ada beberapa faktor yang mungkin memicu terjadinya wabah ini. Salah satu yang sedang diinvestigasi oleh peneliti adalah kemungkinan ada atau tidaknya hubungan wabah hepatitis ini dengan riwayat infeksi Covid-19.

Di sisi lain, UKHSA juga menemukan bahwa sekitar 75 persen anak yang mengalami hepatitis juga sudah terinfeksi oleh galur adenovirus bernama 41F. Strain ini ditemukan oleh tim peneliti melalui analisis sampel darah. Tim peneliti juga menemukan jenis adenovirus lain pada sampel non darah.

"Informasi yang terkumpul dari investigasi kami semakin mengindikasikan bahwa peningkatan kasus hepatitis yang tiba-tiba pada anak ini berkaitan dengan infeksi adenovirus," ungkap direktur klinis dan kemunculan infeksi dari UKHSA Dr Meera Chand, seperti dilansir The Sun, Rabu (27/4/2022).

Kasus hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus memang sangat jarang. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak bisa terjadi.

Adenovirus sendiri merupakan virus yang cukup umum dan bisa menyebabkan beragam gejala pada orang yang terinfeksi. Virus ini memiliki sekitar 50 mutasi. Namun, strain yang saat ini sedang diteliti dan dicurigai berkaitan dengan lonjakan kasus hepatitis pada anak adalah 41F.

 

 
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA