Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Ketika Para Pelaku UMKM Saling Berbagi Kiat Sukses Hingga Mampu Ekspor

Selasa 26 Apr 2022 21:04 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Aktivitas ekspor impor UMKM (ilustrasi). Keberhasilan UMKM dalam usaha terletak pada inovasi dan jejaring

Aktivitas ekspor impor UMKM (ilustrasi). Keberhasilan UMKM dalam usaha terletak pada inovasi dan jejaring

Foto: bea cukai
Keberhasilan UMKM dalam usaha terletak pada inovasi dan jejaring

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memberikan kiat untuk sukses menjalankan usaha mereka, bahkan hingga mampu melakukan ekspor. 

Hal ini terungkap dalam diskusi Kajian Ekonomi Series-4 yang diadakan oleh Yayasan Indonesia Setara, Selasa (26/4/2022). 

Baca Juga

Dalam diskusi webminar tersebut ada lima narasumber yang menjadi pembicara yakni Founder & CEO SMEsHub (Small-Medium Enterprises Hub) Indonesia Lutpi Ginanjar, Musisi D'Masiv Rian Ekky Pradipta. 

Selain itu adapula tiga pelaku UMKM yakni pengusaha furnitur kayu M Ramdhan, petani dan eksportir jahe Hendrik Mubarok, serta mahasiswa dan eksportir produk UMKM Afif Nur Faqih. 

Lutpi Ginanjar memberikan penjelasan terkait upaya yang dilakukan pihaknya untuk membantu perkembangan sektor UMKM untuk terus berkembang dan bertumbuh. 

"Kita memberikan akses bagi para pelaku UMKM pemula agar produk mereka bisa menembus pasar ekspor. Kami memiliki mitra jejaring ekspor di 35 negara dan juga dalam proses ekspor sudah mengikuti sistem di Bea Cukai," kata Lutpi. 

Dia juga memberikan akses bagi sejumlah mahasiswa untuk berlatih menjadi influencer dengan berbagai kreasi konten dalam mempromosikan berbagai produk UMKM. 

"Kita buat inkubator promosi produk UMKM. Kuncinya dalam sukses berusaha adalah seorang pelaku usaha harus memahami kebutuhan pasar. Kita harus bisa menjadi solusi dari sebuah masalah atau kebutuhan pasar, bisnis seperti ini yang sustainable," ucap Lutpi. 

Lebih lanjut dia menyebutkan dalam melakukan ekspor sebuah produk pihaknya melakukan terlebih dahulu riset di lokasi negara ekspor apakah sesuai dengan kebutuhan market. 

Eksportir Jahe asal Garut Selatan, Hendrik Mubarok, menyebutkan usahanya terus berkembang selama masa pandemi Covid-19 seiring dengan kebutuhan masyarakat akan jahe. 

"Kita berupaya memenuhi kebutuhan pasar internasional. Saya melihat kuantitas dan kualitas yang diminta. Dengan berkolaborasi bersama mereka yang sudah expert dalam bidang ekspor mempermudah saya menjalin relasi, jaringan hingga ke luar negeri dan peluang usaha lebih banyak," kata Hendrik Mubarok. 

Ryan D'Masiv dalam kesempatan itu sebelum menyanyikan lagu populer 'Jangan Menyerah' juga mendorong agar pelaku usaha selalu berpikir optimis dalam berbagai rintangan yang dihadapi. 

"Dalam menaikan level mimpi kita mencapai kesuksesan, jangan pernah menganggap remeh ucapan dan pikiran. Jika kita selalu berpikir dan berucap positif maka usaha kita akan semakin berkembang," kata Ryan.   

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno memberikan sejumlah tips agar anak muda yang menggeluti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki daya saing global.       

Pertama berani mengambil risiko, rajin berinovasi dengan ide-ide baru yaitu ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), mencoba berkolaborasi dengan berbagai pihak, menjaga relasi (silaturahim). “Serta yang terpenting adalah kejujuran," ujar Sandiaga Uno. 

Kejujuran kata, Sandiaga Uno, akan membuat usaha atau bisnis pelaku UMKM laris dan berkah. "Pada Ramadhan yang suci dan penuh berkah ini, saya berdoa dan berharap semoga ikhtiar kawan-kawan membawa berkah untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya dan memberdayakan UMKM yang turut berkontribusi dalam upaya kebangkitan ekonomi nasional," kata dia.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA