Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

UNHCR Perkirakan 8,3 Juta Orang akan Tinggalkan Ukraina Tahun ini

Selasa 26 Apr 2022 22:30 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Relawan membantu seorang pengungsi di kursi roda setelah melarikan diri dari perang dari negara tetangga Ukraina, di perbatasan di Medyka, Polandia tenggara, Rabu, 6 April 2022.

Relawan membantu seorang pengungsi di kursi roda setelah melarikan diri dari perang dari negara tetangga Ukraina, di perbatasan di Medyka, Polandia tenggara, Rabu, 6 April 2022.

Foto: AP/Sergei Grits
UNHCR perkirakan akan ada sekitar 8,3 juta orang meninggalkan Ukraina pada tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Badan pengungsi PBB (UNHCR) memperkirakan akan ada sekitar 8,3 juta orang meninggalkan Ukraina pada tahun ini. Juru bicara UNHCR mengatakan, angka itu merupakan revisi dari proyeksi sebelumnya.

Dalam konferensi pers di PBB, Selasa (26/4/2022) juru bicara UNHCR Shabia Manto mengatakan, dalam 12 bulan terakhir lebih dari 12,7 juta orang Ukraina mengungsi dari rumah mereka. Termasuk 7,7 juta orang yang terpaksa mengungsi di dalam negeri dan 5 juta lain yang melarikan diri ke luar perbatasan.

Sebelumnya, UNHCR memperkirakan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu akan mendorong empat juta orang mengungsi ke luar negeri. Tapi proyeksi itu sudah terlampaui pada bulan lalu.

"Skala krisisnya, kecepatan orang melarikan tidak pernah kami lihat sebelumnya," kata Mantoo.

Ia mengatakan, saat ini krisis pengungsi Suriah masih terbesar di dunia. Sekitar 6,8 juta orang terpaksa mengungsi.

Sementara CBS News melaporkan, Pemerintah AS mulai menerima pengajuan dari individu atau organisasi yang ingin membantu warga Ukraina yang mengungsi karena perang. Washington meluncurkan situs daring untuk sponsor-sponsor pengungsi.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengumumkan inisiatif sponsor swasta ini pada pekan lalu. Langkah ini, bagian dari upaya mengimplementasikan komitmen Presiden AS Joe Biden untuk menerima lebih dari 100 ribu pengungsi Ukraina.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA