Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

PBSI Tetapkan Jumlah Penonton Indonesia Open-Masters Setelah Lebaran

Selasa 03 May 2022 23:11 WIB

Red: Israr Itah

Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo menunjukkan medali dan piala saat upacara penganugerahan juara Open 2021 usai mengalahkan Ganda Putra Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di Nusa Dua, Bali, Ahad (28/11/2021). Marcus/Kevin berhasil menjuarai Indonesia Open 2021 setelah menang 21-14, 21-18 atas Ganda Putra Jepang.

Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo menunjukkan medali dan piala saat upacara penganugerahan juara Open 2021 usai mengalahkan Ganda Putra Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di Nusa Dua, Bali, Ahad (28/11/2021). Marcus/Kevin berhasil menjuarai Indonesia Open 2021 setelah menang 21-14, 21-18 atas Ganda Putra Jepang.

Foto: ANTARAHumas PBSI
Ada skenario 50 persen dan 70 persen penonton untuk Indonesia Open dan Masters.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan membuat perhitungan mengenai kapasitas penonton untuk turnamen Indonesia Open dan Indonesia Masters dengan mencermati situasi pandemi setelah musim libur Lebaran 2022. Menurut Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna, arus mudik dan balik Lebaran diprediksi akan berdampak pada perkembangan pandemi di dalam negeri. Oleh karenanya aspek ini akan menjadi landasan untuk memutuskan jumlah penonton yang dibolehkan hadir.

"Ada beberapa skenario seperti 50 persen, 70 persen (jumlah penonton). Harapannya saat Idul Fitri protokol kesehatan tetap dijaga. Nanti akan kami evaluasi lagi nanti setelah itu. Kita berharap setelah Lebaran tidak terjadi peningkatan dan pandemi ini akan turun," kata Agung saat ditemui di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Agung berharap setelah masa liburan Lebaran tidak terjadi lonjakan kasus positif yang sangat kontras, sehingga panitia turnamen bisa memberikan porsi penonton yang lebih besar untuk menikmati kedua turnamen level Super 750 dan Super 1000. "Apabila itu bisa betul-betul turun dan terus membaik, kami berharap bisa 50 persen untuk Indonesia Open dan Indonesia Masters bisa 70 persen. Karena kami ingin cari kemeriahannya, ingin suasana emosionalnya terbangun kembali," tutur Agung.

Sebelumnya, pelaksanaan kedua turnamen pada edisi tahun lalu dilakukan secara tertutup dengan pranata gelembung yang berlangsung selama tiga pekan pada bulan November di Nusa Dua, Bali. Dengan mengusung tajuk Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021, PBSI tidak hanya menggelar dua turnamen BWF Super series tapi juga ditutup dengan World Tour Finals.

Meski berlangsung tanpa kehadiran penonton, tapi PBSI selaku panitia sukses melaksanakan kompetisi bulu tangkis internasional untuk pertama kalinya setelah sempat vakum satu tahun akibat pandemi Covid-19. Dengan tren menurunnya jumlah infeksi, diharapkan pelaksanaan Indonesia Masters dan Indonesia Open tahun 2022 bisa kembali meriah dengan kehadiran penggemar di arena pertandingan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA