Senin 25 Apr 2022 16:52 WIB

Maswira DIY Bina Kaum Milenial Pasarkan Produk UMKM

Peserta pembinaan digital marketing ini bahkan ada yang baru lulus SMA.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Kegiatan pelatihan pemasaran produk UMKM bagi kalangan milenial.
Foto: Dokumen
Kegiatan pelatihan pemasaran produk UMKM bagi kalangan milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Masyarakat Wirausaha (Maswira) DIY melakukan pembinaan terhadap kaum milenial terkait digital marketing. Pembinaan tersebut dilakukan agar kaum milenial dapat memasarkan produk UMKM melalui digital marketing.

Tim IT Maswira, Edi Budiyanto mengatakan, pembinaan kepada kaum milenial dilakukan agar dapat menjadi influencer. Menurutnya, akan jauh lebih mudah jika membangun influencer digital marketing dari kaum millennial.

"Jika kami mengajarkan digital marketing ke pelaku UMKM yang rata-rata usianya sudah di atas 40-50 tahun, akan sulit," kata Edi, Senin (25/4/2022).

Kegiatan tersebut digelar di Kampung Kreatif Sanggrahan (KKS) atau yang disebut sebagai Padepokan Digital Marketing. Dalam satu angkatan, pembinaan ini bisa mencapai 15 sampai 20 orang.

Dalam belajar digital marketing ini, katanya, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar tiga pekan. Per harinya, rata-rata belajar teori empat dan setelah itu dilanjutkan dengan praktik.

"Output dari binaan Maswira ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam memasarkan produk-produk UMKM yang tergabung di maswira.com," ujar Edi.

Peserta pembinaan digital marketing ini bahkan ada yang baru saja lulus dari SMA. Salah satunya Elang Putra (18) yang berasal dari Jombang, Jawa Timur.

Elang  mengikuti pembinaan digital marketing untuk melatih kemandirian dalam berbisnis. Ia sendiri belajar untuk meneruskan bisnis orang tuanya, yang mana toko online milik orang tuanya belum optimal.

Saat ini, Elang mendapatkan omset jutaan rupiah dalam sebulan. Dalam pembinaan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait SEO, riset, hingga optimasi organic di marketplace.

"Dengan didampingi oleh mentor-mentor terbaik dari tim KKS, dalam waktu tiga minggu Elang sudah bisa melakukan penjualan di marketplace," jelasnya.

Selain kaum millennial, tim IT Maswira juga melakukan pembinaan terhadap UMKM. Pihaknya membentuk influencer di wilayah yang memiliki banyak UMKM untuk dikembangkan.

Salah satunya di Kabupaten Sleman yang menurutnya UMKM di daerah tersebut tumbuh dengan baik. Diharapkan, hal ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Mereka (UMKM) kita dampingi, kemudian para milenialnya juga kita dampingi, maka dampak sosialnya akan lebih cepat karena pemudanya akan tumbuh, bisnis dan perekonomian juga akan tumbuh," tambah Edi.

Ia berharap model pembinaan tersebut juga dapat diterapkan di kampus, pondok pesantren, dan komunitas lainnya. Pihaknya mengaku siap untuk menyediakan kurikulum maupun tim pengajar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement