Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Raja Yordania Desak Liga Arab untuk Bersatu Hentikan Kekerasan di Yerusalem 

Ahad 24 Apr 2022 05:20 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Muhammad Hafil

Petugas Polisi Perbatasan Israel mengamankan pos pemeriksaan yang digunakan oleh warga Palestina untuk menyeberang dari Tepi Barat ke Yerusalem, untuk salat Jumat pertama di bulan suci Ramadhan di kompleks masjid Al Aqsa, di pos pemeriksaan tentara Israel Qlandia, barat Ramallah, April 8, 2022.

Petugas Polisi Perbatasan Israel mengamankan pos pemeriksaan yang digunakan oleh warga Palestina untuk menyeberang dari Tepi Barat ke Yerusalem, untuk salat Jumat pertama di bulan suci Ramadhan di kompleks masjid Al Aqsa, di pos pemeriksaan tentara Israel Qlandia, barat Ramallah, April 8, 2022.

Foto: AP Photo/Nasser Nasser
Liga Arab diminta hentikan kekejaman Israel di Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH–Raja Yordania Abdullah menekankan perlunya persatuan fan meningkatkan upaya bersama negara-negara Arab untuk menghentikan kekerasan Israel di Yerusalem. Terutama untuk mendesak Israel agar menghormati status quo historis dan hukum di Masjid Al Aqsa dan melindungi hak-hak umat Muslim.

Berbicara selama pertemuan komite menteri Liga Arab yang bertugas menggembleng aksi internasional untuk melawan tindakan ilegal Israel di Yerusalem, raja menyatakan penghargaan atas sikap para pemimpin Arab atas peristiwa kekerasan di Yerusalem. Utamanya karena terus mendukung warga Palestina. Meski begitu, ia mendesak upaya lanjutan untuk mencegah terulangnya segala bentuk kekerasan. 

Baca Juga

Meningkatnya kekerasan di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki dalam beberapa pekan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas terulang kembali. 

Dilansir dari Arab News, Jumat (22/4/2022) Komite tersebut diketuai oleh Yordania dan termasuk Arab Saudi, Tunisia yang merupakan presiden dari siklus Liga Arab saat ini, Aljazair, Palestina, Qatar, Mesir, dan Maroko.

Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit juga turut ambil bagian dalam pertemuan tersebut, bersama dengan UEA, sebagai negara Arab yang saat ini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Pertemuan tersebut membahas cara-cara untuk menghadapi kekerasan berbahaya Israel di Masjid Al Aqsa, dan untuk memantapkan aksi bersama demi menghentikan serangan Israel dan pelanggaran tempat-tempat suci. Termasuk menghentikan kekerasan, dan memulihkan ketenangan yang komprehensif.

Komite juga meminta masyarakat internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk mengambil tindakan segera dan efektif untuk menghentikan praktik ilegal dan provokatif Israel di Yerusalem dan Masjid Al Aqsa. Ini penting untuk melindungi hukum internasional dan Piagam PBB, mencegah gelombang kekerasan, serta menjaga keamanan dan perdamaian.

Komite itu mengeluarkan pernyataan terakhir yang menekankan kecamannya atas serangan Israel dan pelanggaran terhadap jamaah di Masjid Al Aqsa.  Komite juga memperingatkan bahwa serangan dan pelanggaran tersebut merupakan provokasi yang mencolok bagi umat Islam di seluruh dunia.

“Pelanggaran-pelanggaran ini merupakan penghinaan terang-terangan dan provokasi perasaan Muslim di mana-mana dan mereka berisiko mengalami siklus kekerasan yang mengancam keamanan dan stabilitas di kawasan dan dunia,” kata Liga Arab dalam sebuah pernyataan. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA