Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan

Ahad 01 May 2022 16:15 WIB

Red: Andri Saubani

Sejumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang membawa pemudik menunggu jadwal keberangkatan di Terminal tipe A Batoh, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/4/2022). Terminal bus AKAP yang malayani transportasi dengan tujuan berbagai provinsi di Pulau Sumatera dan Jawa itu mulai dipadati pemudik yang didominasi para mahasiswa dan pekerja bangunan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 di kampung halaman.

Sejumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang membawa pemudik menunggu jadwal keberangkatan di Terminal tipe A Batoh, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/4/2022). Terminal bus AKAP yang malayani transportasi dengan tujuan berbagai provinsi di Pulau Sumatera dan Jawa itu mulai dipadati pemudik yang didominasi para mahasiswa dan pekerja bangunan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 di kampung halaman.

Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Andreas juga mengingatkan pentingnya vaksin booster bagi pemudik.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Purwokerto, Jawa Tengah dr. Andreas, Sp.PD mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk menjaga kondisi kesehatan agar aktivitasnya berjalan dengan lancar. Andreas juga mengingatkan pentingnya vaksin booster bagi pemudik.

"Jaga kondisi kesehatan agar perjalanan mudik lancar, pastikan pola tidur cukup yakni 7 hingga 9 jam sehari," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengonsumsi makanan sehat, bersih dan juga bergizi untuk mendukung daya tahan tubuh. "Bagi mereka yang melakukan perjalanan mudik dalam kondisi berpuasa maka perlu mencukupi kebutuhan cairan saat makan sahur dan berbuka agar terhindar dari dehidrasi," katanya.

Sementara itu, dr. Andreas juga menambahkan bahwa masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu agar senantiasa memperhatikan kondisi tubuhnya selama perjalanan mudik. "Bila memiliki riwayat penyakit, pastikan obat-obatan dibawa dan diminum secara teratur, atau jika sedang melakukan ibadah puasa dapat diminum ketika sahur dan berbuka," katanya.

Selain itu yang juga tidak kalah penting, kata dia, masyarakat perlu mendapatkan vaksinasi dosis penguat atau booster setidaknya dua minggu sebelum melakukan perjalanan mudik. "Masyarakat juga perlu tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19," katanya.

Dia mengatakan sosialisasi mengenai vaksinasi dan protokol kesehatan perlu terus diintensifkan guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat. "Vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kedua aspek tersebut jika diimplementasikan secara bersamaan akan dapat melindungi seseorang dari risiko paparan Covid-19," katanya.T

erutama, kata dia, bagi mereka yang memiliki komorbid, vaksinasi diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan guna mencegah gejala berat yang memerlukan perawatan rumah sakit atau bahkan ICU. "Karena itu mari bekali diri dengan vaksinasi dosis lengkap hingga dosis ketiga agar dapat memberi proteksi optimal," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA