Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Interaksi di Media Sosial Mesti Dibarengi dengan Adab Kesantunan, Ini Alasannya

Sabtu 23 Apr 2022 23:37 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sebarkan kebaikan lewat media sosial. Ilustrasi. Interaksi di media sosial saat ini telah menggerus adab kesantunan

Sebarkan kebaikan lewat media sosial. Ilustrasi. Interaksi di media sosial saat ini telah menggerus adab kesantunan

Foto: pixabay
Interaksi di media sosial saat ini telah menggerus adab kesantunan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Perkembangan teknologi komunikasi memberikan alternatif bagi individu untuk mengembangkan ruang komunikasi khususnya komunikasi kelompok, salah satunya yaitu dengan media sosial. 

Ketertarikan untuk bergabung dengan sebuah komunitas virtual pada dasarnya didasari oleh kesamaan minat dan keinginan bersosialisasi dengan pengguna sosial media. 

Baca Juga

Komunitas virtual menjadi wadah bagi mereka untuk lebih bisa menggali informasi dan menjalin hubungan dengan orang yang belum dikenal sebelumnya. 

Komunitas virtual pada dasarnya merupakan sebuah wadah untuk berbagi informasi secara kelompok, yang menjadikannya istimewa adalah ketika batasan ruang bukan menjadi penghalang, eksistensi personal seseorang dapat diwakili oleh teks, oleh gambar, video, dan suara.

Anggota Komisi 1 DPR, Dave Akbarshah Fikarno, mengatakan pemanfaatan dunia digital harus dibarengi dengan sikap kita bijak terhadap informasi, serta mendorong masyarakat memanfaatkan dunia digital ini membuka jaringan serta peluang untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi.

“Mengingat transformasi oleh teknologi digital mengubah cara memproduksi dan mendistribusikan informasi dan pengetahuan, serta cara bekerja dan bersosialisasi. Sehingga masyarakat Mampu menyaring informasi dari berbagai platform digital .” Kata Dave dalam Ngobrol bareng legislator “Membangun komunita dalam media sosial”, di Jakarta, Sabtu (23/4/2022). 

Menurutnya media sosial bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi sangat bermanfaat tetapi di sisi yang lain bisa jadi akan berbahaya bila salah dalam penggunaan atau mengelolanya. 

“Karenanya kita perlu memahami dan mempunyai kemampuan dalam mengelola  media sosial agar bisa mendapatkan kemanfaatan dalam penggunaannya,” tutur dia.  

Dia mengatakan, penggunaan media sosial yang masif saat ini juga dapat membawa perubahan karakter ataupun perilaku masyarakat. Kultur bangsa Indonesia yang semula santun, saling peduli, saling menghormati dan sikap gotong royong sudah semakin jarang ditemui.

Sementara itu, staff ahli Kemenpora, Alia Laksono, menambahkan terdapat banyak manfaat yang muncul saat seseorang bergabung di dalam komunitas digital antara lain dapat mengembangkan diri dan hobby serta sarana menjalin hubungan dengan orang yang belum dikenal sebelumnya. 

Hal ini dengan bersosialisasi dengan pengguna sosial media lainnya dan yang paling penting mencari ilmu pengetahuan dan juga membangun eksistensi diri. “Meskipun begitu banyak manfaat kemajuan digitalisasi terdapat pula bahaya yang harus di waspadai katanya,” kata dia.   

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA