Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Anies: Tebet Eco Park Contoh Masyarakat dan Alam Berdampingan

Sabtu 23 Apr 2022 23:39 WIB

Red: Ratna Puspita

Warga mengunjungi Tebet Eco Park di Jakarta, Sabtu (23/4/2022). Taman seluas tujuh hektar yang direvitalisasi dengan mengembalikan fungsi taman secara ekologi itu tersebut mulai dibuka untuk umum.

Warga mengunjungi Tebet Eco Park di Jakarta, Sabtu (23/4/2022). Taman seluas tujuh hektar yang direvitalisasi dengan mengembalikan fungsi taman secara ekologi itu tersebut mulai dibuka untuk umum.

Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Tebet Eco Park bukan hanya sekadar taman, melainkan bisa menjadi tempat aktivitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Tebet Eco Park di Jakarta Selatan bisa menjadi contoh masyarakat dan alam hidup berdampingan. Tebet Eco Park bukan hanya sekadar taman yang hanya dinikmati sebagai pemandangan, melainkan juga bisa menjadi tempat aktivitas yang menyenangkan bagi pengunjung.

"Kita bisa hidup berdampingan dengan alam dalam sebuah setting urban seperti Jakarta. Ini dilakukan di banyak kota modern dan Jakarta harus setara, karenanya diberi nama Eco Park bukan Eco Garden," kata Anies saat meresmikan Tebet Eco Park di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga

"Kalau anda lihat dulu kalau ada rumput ada tulisan dilarang menginjak rumput, itu artinya taman sebagai garden. Karena itu enggak boleh diinjak. Kalau di sini justru park, tempat bermain tempat berinteraksi, harapannya nanti semua usia bisa memanfaatkan taman dengan baik," ujar Anies.

Selain itu, di tengah Eco Park Tebet juga terdapat sebuah aliran sungai yang bukan sekedar pelengkap, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air hujan. "Sehingga bila musim hujan, air meningkat maka air itu akan ditampung di taman ini. Jadi taman ini berfungsi sebagai penampungan air ketika volume air meningkat di musim hujan, ketika air surut maka bisa digunakan lagi," ujarnya.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Suzi Marsitawati menyampaikan, kehadiran Tebet Eco Park sebagai wujud kesinambungan hubungan timbal balik antara warga dengan alam. "Tebet Eco Park dapat menjadi model ideal pembangunan taman di Ibu Kota dimana pertumbuhan terjadi sangat pesat dan kehadiran taman sangat diperlukan sebagai ruang interaksi antar warga, dan antara warga dengan alam," kata Suzi.

Menurut Suzi, Tebet Eco Parkmemiliki konsep vegetasi dan tanggul alami serta menerapkan teknik soil bio engineering di saluran air yang ada di dalam taman. "Selain membantu meningkatkan kapasitas tampungan air hujan, pendekatan ini juga menyerasikan kembali saluran air dan taman yang dilaluinya sebagai satu kesatuan ekosistem yang alami. Dengan demikian, kualitas air dapat diperbaiki dan keanekaragaman hayati dapat dipulihkan," tutur Suzi.

Revitalisasi Taman Tebet diketahui merupakan realisasi dari Kegiatan Strategis Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun Taman Maju Bersama dan RTH yang berkualitas bagi warga. Selain menghadirkan Tebet Eco Park, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2018 telah membangun dan merevitalisasi 377 taman, serta menanam lebih dari 140.000 pohon.

Tebet Eco Park dibagi menjadi dua bagian. Di sisi Utara ada sejumlah fasilitas yang dapat dinikmati masyarakat di antaranya padang rumput, taman tematik,dan sentra UMKM. Sementara di sisi Selatan, terdapat fasilitas seperti jalan setapak lahan basah, taman komunitas, arena bermain anak, dan hutan penyangga. 

Untuk memudahkan akses masyarakat menuju dua sisi taman, terdapat sebuah jembatan dengan ketinggian enam meter yang menjadi ikon Eco Park Tebet yang dinamai, Infinity Link Bridge. Tak lupa juga terdapat lintasan lari sepanjang 1.734 meter. Jalur ini dilengkapi dengan kamera CCTV, serta lampu penerangan untuk memberikan keamanan bagi masyarakat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA