Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Booster Moderna Disebut Paling Efektif Lawan Varian Asli Covid-19 Hingga Omicron

Sabtu 23 Apr 2022 22:06 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Nora Azizah

'Booster' Moderna dirancang menargetkan dua varian Covid-19, yakni asli dan Beta.

'Booster' Moderna dirancang menargetkan dua varian Covid-19, yakni asli dan Beta.

Foto: AP Photo/Charles Krupa
'Booster' Moderna dirancang menargetkan dua varian Covid-19, yakni asli dan Beta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Raksasa farmasi AS, Moderna telah memperbarui suntikan penguat (booster) Covid-19 perusahaan. Hasilnya, kemampuan vaksin tampak lebih efektif terhadap beberapa varian SARS-CoV-2, termasuk Omicron. Booster dirancang untuk menargetkan dua varian, yakni varian asli dan varian Beta.

Vaksin yang didesain ulang juga tersebut tetap lebih efektif melawan varian Beta dan Omicron, enam bulan setelah penerimaan dosis. Pengembangan vaksin disebut akan terus dilakukan seiring banyaknya informasi yang tersedia.

Baca Juga

Moderna mengumumkan bahwa booster mRNA yang diperbarui telah menghasilkan respons kekebalan lebih baik dalam uji klinis terhadap beberapa varian SARS-CoV-2, termasuk Omicron dan Delta. Booster adalah jenis vaksin yang disebut "bivalen" oleh oara ilmuwan. Vaksin yang bekerja dengan merangsang respons imun terhadap dua antigen yang berbeda.

Moderna merancang formula baru untuk menargetkan varian Beta, yang muncul di Afrika Selatan pada Juli 2020, maupun varian asli SARS-CoV-2. Booster yang saat ini digunakan, dari Moderna, Pfizer, dan lainnya, hanya berdasarkan varian aslinya.

Dinamakan mRNA 1273.211, vaksin itu diuji pada 895 orang. Studi pracetak diterbitkan di Research Square. Perusahaan menguji dua dosis untuk booster yakni 50 mikrogram (µg), atau jumlah RNA virus yang sama dengan booster saat ini, dan menggandakannya pada 100 gram.

Para peserta yang menerima booster baru dengan dosis 50 gram mengalami peningkatan 2,20 kali lipat dalam titer antibodi penetral mereka terhadap Omicron 28 hari setelahnya. Enam bulan kemudian, para peserta masih memiliki tingkat antibodi dua kali lipat dibandingkan dengan booster Moderna yang asli. Booster juga menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap varian Delta dan Beta pada satu bulan.

Dr Jacqueline Miller, Wakil Presiden Departemen Penyakit Menular di Moderna, mengatakan kepada Associated Press bahwa perusahaan tidak berencana untuk mengajukan otorisasi vaksin ini. Tetapi mereka akan menyerahkan data ini ke FDA untuk bekerja pada kandidat vaksin masa depan yang menargetkan Omicron sebagai gantinya.

“Moderna telah mengembangkan dan menguji booster spesifik Omicron dan booster bivalen (mRNA-1273,214) yang menggabungkan vaksin spesifik Omicron dan vaksin asli. Perusahaan mengatakan data harus dirilis pada musim gugur 2022,” demikian laporan, seperti dilansir dari Medical News, Sabtu (23/4/2022).

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA