Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Gubernur BI: Inflasi Jadi Ancaman Negara Berkembang

Jumat 22 Apr 2022 23:38 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Perry mengatakan, inflasi yang terus meningkat jadi ancaman tersendiri bagi negara berkembang.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Perry mengatakan, inflasi yang terus meningkat jadi ancaman tersendiri bagi negara berkembang.

Foto: Antara/Aji Styawan
Negara berkembang hanya ingin pulih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, inflasi yang terus meningkat jadi ancaman tersendiri bagi negara berkembang. Apalagi, mereka memiliki fiskal terbatas.

"Beberapa negara berkembang hanya ingin pulih dengan fiskal yang terbatas. Beberapa negara berkembang memiliki masalah utang," kata dia dalam High Level Discussion secara virtual, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga

Inflasi, lanjutnya, juga menghantui negara-negara maju. Peningkatan inflasi di berbagai belahan dunia saat ini, kata Perry, merupakan dampak dari konflik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung.

Ketegangan geopolitik kedua negara menyebabkan tingginya harga komoditas, terutama harga energi dan makanan yang berdampak langsung kepada seluruh negara. Perry menuturkan, salah satu dampak konflik kedua negara yaitu melalui jalur perdagangan.

"Perang tentunya membuat masalah dalam rantai pasokan global serta membuat perlambatan pertumbuhan ekonomi global," ujar dia.

Adanya konflik kedua negara itu, kata Perry, membuat Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi ke bawah proyeksi ekonomi global dari 4,4 persen menjadi 3,6 persen pada 2022.

Demi mengatasi inflasi yang tinggi, bank sentral di beberapa negara maju sudah mulai melakukan normalisasi kebijakan moneternya. Hal itu dengan menaikkan suku bunga acuan.

Demi mengatasi dampak itu, kata Perry, negara anggota G20 juga telah memiliki beberapa solusi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Solusi jangka pendek, yaitu mengatasi dampak inflasi di beberapa negara.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA