Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Hamas: Serangan Israel tak akan Ubah Status Islam Al Aqsa

Sabtu 23 Apr 2022 00:35 WIB

Red: Esthi Maharani

Serangan pemukim Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa

Serangan pemukim Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa "tidak akan mengubah karakter Islamnya," kata Kepala Politik Hamas Ismail Haniyeh

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh bersumpah untuk mengalahkan serangan pemukim Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID., GAZA --  Serangan pemukim Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa "tidak akan mengubah karakter Islamnya," kata Kepala Politik Hamas Ismail Haniyeh pada Kamis (21/4/2022).

Dalam sebuah pernyataan, Haniyeh mengatakan peristiwa baru-baru ini di Masjid Al-Aqsa akan "memperpendek umur penjajah (Israel) dan mereka pada akhirnya akan diusir dari tanah Palestina."

Dia menambahkan bahwa penjajah Israel berkhayal bahwa mereka dapat mengubah status Islam Masjid Al-Aqsha dengan mendudukinya.

Lebih lanjut pemimpin Hamas memperingatkan bahwa, sama seperti warga Palestina yang menggagalkan pawai bendera Israel yang direncanakan oleh kelompok radikal Israel pada Rabu, mereka juga akan menggagalkan upaya penyusupan di kompleks masjid.

Dia menekankani "Kami masih di awal pertempuran."

Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak awal April di tengah kebijakan penangkapan oleh pasukan Israel yang berulang di Tepi Barat.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut area tersebut sebagai Temple Mount, dan mereka mengatakan bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Negara ini mencaplok seluruh kota pada 1980, dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Serangan berulang terhadap jamaah Muslim di Masjid Al-Aqsa selama hari-hari Ramadhan telah menyebabkan ketegangan yang meluas di dunia Muslim.

Para pemimpin Muslim mengintensifkan upaya diplomatik mereka dalam beberapa hari terakhir untuk mengakhiri permusuhan terhadap Muslim di wilayah Palestina yang diduduki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan di Twitter bahwa dia menyampaikan kesedihannya atas jatuhnya korban luka lebih dari 400 warga Palestina dan kematian 18 orang, termasuk anak-anak, dalam peristiwa yang terjadi di Tepi Barat dan Masjid Al-Aqsa sejak awal bulan Ramadhan.

Menyatakan dirinya sedih atas aksi kelompok-kelompok fanatik Yahudi di Masjid Al-Aqsa pada hari Minggu dan Senin, Erdogan mengulangi seruannya kepada semua orang untuk melakukan upaya terbaik demi menjaga status dan kesucian tempat yang diberkati ini [Masjid Al-Aqsa]."

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA