Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Latihan Kepemimpinan Mahasiswa UMM Wujudkan Generasi Sociopreneur

Jumat 22 Apr 2022 07:25 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) dengan mengkaji mengenai sociopreneurship dan spirit eksistensi organisasi. Adapun LKMM yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Selasa (19/4) lalu ini diikuti lebih dari 170 peserta fungsionaris dari lembaga intra mahasiswa hingga unit kegiatan mahasiswa di UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) dengan mengkaji mengenai sociopreneurship dan spirit eksistensi organisasi. Adapun LKMM yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Selasa (19/4) lalu ini diikuti lebih dari 170 peserta fungsionaris dari lembaga intra mahasiswa hingga unit kegiatan mahasiswa di UMM

Foto: humas umm
Kepemimpinan merupakan salah satu kemampuan yang berharga.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya ingin mahasiswa mampu menguasai kemampuan entrepreneurship. Lebih dari itu, para mahasiswa harus mampu menginisiasi dan menjadi seorang sociopreneur

Hal ini menjadi spirit dalam rangkaian Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang mengkaji mengenai sociopreneurship dan spirit eksistensi organisasi. Adapun LKMM yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Selasa (19/4) lalu ini, diikuti lebih dari 170 peserta fungsionaris dari lembaga intra mahasiswa hingga unit kegiatan mahasiswa di UMM.

Baca Juga

Sekretaris Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti memberikan materi tentang bagaimana kondisi Islam dan spirit socopreneurship di kalangan mahasiswa. Menurutnya, kepemimpinan merupakan salah satu kemampuan yang berharga. "Tidak hanya untuk masa sekarang, namun juga bagi masa depan," katanya dalam pesan resmi, Kamis (21/4/2022).

Sayuti juga mendorong mahasiswa untuk menjadi bagian dari solusi di masyarakat. Salah satu jalannya yakni melalui sociopreneurship. Berbeda dengan model bisnis yang hanya memperkaya diri, sociopreneurship tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri namun juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. 

Menurut Sayuti, bisnis konvensional hanya memperlebar kesenjangan antara yang kaya dan miskin, menekan pihak yang lemah, dan cenderung merusak lingkungan. "Namun sociopreneurship tidak seperti itu, malah harus mendorong masyarakat menuju kondisi yang lebih baik,” ucapnya.

Alumni Newcastle University itu juga mengajak peserta untuk memaksimalkan aspek digital dan teknologi. Kemudian memperhatikan tiga situasi penting yakni sebelum pandemi, ketika pandemi serta era di mana pandemi berakhir. Apalagi muncul banyak perkembangan di bidang otomasi dan artifisial intelegensi. Maka itu, perlu kesiapan dari mahasiswa untuk bisa menguasai dan menggunakannya untuk kebaikan.

Begitupun dengan perkembangan digital Indonesia yang pesat. Kemudian diiringi dengan model bisnis daring yang meningkat lima kali lebih cepat. Dari sini, Sayuti menilai, mahasiswa UMM mampu memanfaatkannya dan menjadi sociopreneur mumpuni yang mampu menebar manfaat ke sesama 

Sementara itu, Rektor UMM Fauzan menjelaskan, LKMM hadir dalam rangka membekali peserta untuk memasuki bonus demografi dan era indonesia emas. Kampus Putih juga sudah membuat berbagai fasilitas untuk mengantarkan mahasiswa memiliki keahlian di bidang tertentu sesuai passion. "Begitupun dengan high skill leadership," jelasnya.

Saat ini, kata dia, UMM juga tengah merancang sebuah fasilitas yang disebut dengan Center of Future Works. Program ini akan mengarahkan belasan Center of Excellence UMM untuk membentuk sumber daya manusia yang berorientasi pekerjaan masa depan. Program ini akan berlokasi di wilayah Karang Ploso dan bekerja sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari.

 

 

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA