Dua Bersaudara di Dubai Sediakan Ribuan Paket Buka Puasa Sepanjang Ramadhan

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

 Jumat 22 Apr 2022 06:23 WIB

Ilustrasi Ramadhan. Dua Bersaudara di Dubai Sediakan Ribuan Paket Buka Puasa Sepanjang Ramadhan Foto: Pixabay Ilustrasi Ramadhan. Dua Bersaudara di Dubai Sediakan Ribuan Paket Buka Puasa Sepanjang Ramadhan

Mereka membagikan makanan berbuka puasa selama hampir empat tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Saat waktu menunjukkan pukul 16.00, Mohammed dan Imran Karim berjalan ke sebuah masjid di Dubai Investment Park. Keduanya membawa sekitar 4.000 paket makanan untuk berbuka puasa.

Sesampai di masjid, ribuan umat sudah berbaris menunggu menyambut dua orang bersaudara dari Malawi itu dengan senyum hangat. Bukan hanya pada Ramadhan tetapi mereka melakukannya sepanjang tahun.

Baca Juga

 

“Niat saya adalah untuk menyebarkan kebahagiaan dan memotivasi orang lain dalam memberi,” kata Imran seperti dilansir Zawya, Jumat (22/4/2022).

 

Ia telah membagikan makanan berbuka puasa kepada yang membutuhkan selama hampir empat tahun dan makanan gratis kepada para pekerja setiap Kamis di rumah mereka. Selama Ramadhan, Imran dan Muhammad memulai hari mereka dengan satu misi yakni untuk mendistribusikan iftar kepada 6.000 orang, terlepas dari agama, etnis, dan status mereka.

Dua bersaudara itu menyajikan air, kurma, buah, jus, minuman ringan, gorengan, dan hidangan utama biasanya Multani Pulav dengan daging. Buah-buahan diperoleh setiap hari dari pasar lokal.

Mereka juga berlangganan dengan pusat perbelanjaan modern untuk menyediakan bahan makanan, kurma, dan makanan lain. Sedang hidangan Multani Pulav dibuat di restoran terdekat. Makanan disajikan dalam kondisi segar dan panas. 

 

“Mereka adalah tamu saya, dan saya senang memiliki tamu baru setiap hari,” kata Imran, menunjuk ribuan yang mereka beri makan setiap hari.

 

Paket buka puasa disajikan dalam tiga kelompok setiap hari. Gelombang pertama diberikan kepada orang-orang yang berkumpul di lobi dan balkon masjid, gelombang kedua diberikan kepada orang-orang yang sholat di dalam masjid atau membaca Alquran, dan gelombang ketiga diberikan kepada antrean orang-orang yang berbaris lebih dari beberapa ratus meter di jalan-jalan kecil di wilayah tersebut. 

 

Sebanyak 40 relawan mengantre untuk melayani tamu tak lama setelah doa. Para tamu pertama-tama diberikan token dan tas plastik atau kain. Setelah itu, mereka melanjutkan menuju makanan yang kemudian dimasukkan ke dalam tas.

 

Setelah selesai, kedua saudara itu kemudian menuju ke masjid lain di daerah Tecom (Al Barsha Heights) untuk melanjutkan kegiatan amal berikutnya. Di sini mereka menyajikan sekitar 2.000 makanan setiap hari dengan bantuan 25 sukarelawan.

 

Makanan tersebut dibagikan kepada ribuan orang yang berasal dari berbagai agama dan kebangsaan, tidak ada diskriminasi sama sekali. Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat dari pekerja kerah biru hingga manajer dan CEO, terlihat berbuka puasa sambil duduk berdampingan dan menikmati makanan.

 

“Setiap hari kami kedatangan tamu baru dari berbagai negara. Kami tidak membeda-bedakan berdasarkan ras, agama atau warna kulit. Tidak ada yang pergi dengan tangan kosong dari titik distribusi kami. Hadiah terbesar kami adalah ketika orang-orang mengacungkan jempol sambil tersenyum dan menanggapi salam kami, dengan sepenuh hati," kata Imran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X