Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Perempuan Jenggala Harapkan Kesetaraan Gender di Industri Esports 

Jumat 22 Apr 2022 04:54 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Esports (ilustrasi).

Esports (ilustrasi).

Foto: Www.freepik com
21 persen dari setiap top up melalui UniPin pada turnamen ini akan disumbangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perempuan Jenggala bersama UniPin menggelar charity tournament esport dengan tema 'Girl Can Compete' untuk memeriahkan Hari Kartini 21 April 2022. Selain gagasan kesetaraan gender di industri esports, turnamen ini juga akan membantu pemberdayaan perempuan. 

Ketua Umum Perempuan Jenggala Vicky W Kartiwa mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini, tokoh yang mengawali sejarah perkembangan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. 

Baca Juga

Menurutnya buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang' menggambarkan suara hati perempuan-perempuan di masa lampau yang berjuang untuk melawan stereotip kuno tentang perempuan. 

"Semangat juang Kartini dalam mengangkat derajat wanita Indonesia itu patut kita warisi, untuk menciptakan kesetaraan gender dalam berbagai industri termasuk esport," kata Vicky dalam keterangan tertulis, Kamis (21/4/2022).  

Turnamen yang digelar 14-25 April ini juga mempunyai rangkaian kegiatan webinar bertajuk 'Kesetaraan Gender di Industri Esports' yang mengundang Bendahara Umum PB Esports Indonesia, Liliana Sugiarto dan Senior Vice President Unipin, Debora Imanuela sebagai pembicara untuk menceritakan pengalaman berkecimpung di dunia esports. 

"Harapan ke depannya para pemain perempuan ini dapat berkompetisi tanpa takut mengalami ketidakadilan dan ketimpangan, sehingga kesetaraan gender dan emansipasi dalam industri esports dapat tercapai," kata dia. 

Acara ini merupakan kerja sama antara Perempuan Jenggala dengan UniPin yang merupakan platform penyedia layanan pembayaran untuk game online dan produk digital lainnya. 

Nantinya, 21 persen dari setiap top up melalui UniPin pada turnamen ini akan disumbangkan kepada organisasi sosial Perempuan Jenggala untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para perempuan di desa agar bisa mandiri secara ekonomi. 

"Sebanyak 21 persen dari nilai top up UniPin credits akan disumbangkan pada organisasi sosial masyarakat Perempuan Jenggala," kata dia. 

Senada dengan itu, SVP UniPin Debora Imanuella berharap, kampanye ini bisa memberikan peluang bagi kaum perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama berpartisipasi di industri esports. 

"Rangkaian kampanye ini menjadi sangat krusial untuk mengedukasi tentang pentingnya kesetaraan gender di industri esports," kata Debora.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA