Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Pakar: Angka Kematian Ibu Indonesia Cukup Tinggi

Jumat 22 Apr 2022 00:23 WIB

Rep: Dian Fath/ Red: Friska Yolandha

Ibu hamil (Ilustrasi). Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia tahun 2017 adalah 177 per 100.00 kelahiran hidup.

Ibu hamil (Ilustrasi). Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia tahun 2017 adalah 177 per 100.00 kelahiran hidup.

Foto: Pixabay
Target yang harus dicapai pada tahun 2024 adalah 183 per 100.000 kelahiran hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, berdasarkan pemodelan yang dilakukan gabungan beberapa badan dunia, yaitu WHO, UNICEF, UNFPA, Bank Dunia, dan the United Nations Population Division menyebutkan Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia tahun 2017 adalah 177 per 100.00 kelahiran hidup. Bila dibandingkan negara lain maka angka ini adalah cukup tinggi.

"Karena pemodelan yang sama menunjukkan angka kematian ibu pada 2017 di Malaysia adalah 29, Thailand 37, Filipina 121, dan India 145. Jadi angka Indonesia berdasar pemodelan ini yang 177 sudah lebih tinggi dari negara-negara tetangga," kata Tjandra, Kamis (21/4/2022).

Baca Juga

Apalagi bila memakai angka yang tercantum Buku Putih Reformasi Sistem Kesehatan Nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian PPN/ Bappenas pada Maret 2022 yang sama dengan angka di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Dalam buku tersebut menyebutkan Angka Kematian Ibu Indonesia adalah 305 per 100.000 kelahiran (sebagai base line 2019) , dan target yang harus dicapai pada tahun 2024 adalah 183 per 100.000 kelahiran hidup.

"Dua data di atas menunjukkan bahwa peringatan Hari Kartini 21 April 2022 ini harus jadi momentum untuk menggalakkan kegiatan menurunkan Angka Kematian Ibu, para Kartini kita di masa ini dan masa depan," tegas Tjandra.

Sementara itu, berdasar data Kementerian Kesehatan maka pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sepanjang tahun 2021 untuk pelayanan kesehatan Ibu Hamil adalah 61,8 persen, sementara untuk pelayanan kesehatan Ibu Bersalin adalah 62,5 persen. Untuk anak, capaian SPM tahun 2021 untuk pelayanan kesehatan bayi baru lahir adalah 64,1 persen dan untuk balita adalah 55,5 persen.

"Disebutkan juga bahwa pelaksanaan SPM untuk pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar pencapainnya adalah 37,3 persen. Semua angka ini targetnya harusnya adalah 100 persen," tutur Tjandra.

"Artinya, masih amat banyak kerja yang harus ditingkatkan, dan mari mulai dari Hari Kartini 21 April 2022 ini. Sesudah 147 tahun Ibu Kartini maka masih tetap Angka Kematian Ibu kita tetap belum dapat dikendalikan dengan baik," sambung Tjandra.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA