Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

7 Tahun Menunggu, 11 Pengungsi Afganistan dan Iran Berangkat ke Australia

Jumat 22 Apr 2022 00:45 WIB

Red: Esthi Maharani

Perwakilan dari petugas dari kantor Badan Komisi Tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR) menemui pencari suaka

Perwakilan dari petugas dari kantor Badan Komisi Tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR) menemui pencari suaka

Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
11 pengungsi Afganistan dan Iran akhirnya diberangkatkan ke Australia

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Sebanyak 11 pengungsi atau pencari suaka asal Afganistan dan Iran yang selama tujuh tahun menunggu di Indonesia khususnya Makassar akhirnya diberangkatkan ke Australia setelah mendapatkan izin pemukiman kembali.

Kepala Rudenim Makassar, Alimuddin pada Kamis (21/4/2022) menyebutkan 11 pengungsi yang diberangkatkan terdiri dari sembilan pengungsi asal Afganistan dan dua pengungsi asal Iran.

"Ada 11 pengungsi dengan rincian pengungsi Afganistan terdiri dari dua keluarga dengan tiga anak dan dua bujang, sementara dua sisanya adalah pasangan suami isteri asal Iran," ujarnya.

Ia mengatakan, sejak Januari hingga April 2022 Resettlement sudah dilakukan terhadap 14 pengungsi, masing-masing sepuluh pengungsi asal Afganistan dan empat lainnya asal Iran.

"Kami berharap, penerima suaka membuka lebar negaranya untuk menerima pengungsi, mengingat pengungsi yang saat ini berada di Indonesia saja berdasarkan data UNHCR sebanyak lebih dari 13.000 jiwa," ucapnya.

Ia menjelaskan, sepanjang 2021 ini hanya enam orang pengungsi yang beruntung mendapatkan proses pemukiman kembali di negara ketiga. Ia mengatakan bahwa pemberangkatan pengungsi dalam rangka pemukiman kembali pada 2021 memang berkurang, hal ini dikarenakan kebijakan pengurangan penerimaan dari negara-negara suaka, ditambah lagi dengan adanya larangan bepergian karena pandemi Covid-19.

Sementara itu, salah satu pengungsi asal Afganistan ARS (40) tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia memperoleh kesempatan pemukiman bersama istri dan anaknya.

"Saya sangat bersyukur dengan kesempatan ini. Karena saya sudah tujuh tahun di Indonesia, sebelumnya saya sempat khawatir dengan masa depan anak saya, harapan saya dengan negara baru juga dapat membuka lembaran baru untuk keluarga" ujar ARS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA