Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Dirjen Vokasi Serahkan 113 Surat Keputusan Prodi Sarjana Terapan

Kamis 21 Apr 2022 18:39 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto menyerahkan sebanyak 113 surat keputusan program studi sarjana terapan atau D4.

Ilustrasi. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto menyerahkan sebanyak 113 surat keputusan program studi sarjana terapan atau D4.

Foto: republika/mardiah
Peningkatan status program studi, harus diikuti dengan peningkatan kualitas,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto menyerahkan sebanyak 113 surat keputusan program studi sarjana terapan atau D4. Pemberian sebanyak 113 surat keputusan tersebut berasal dari 45 perguruan tinggi. 

"Pemberian dana competitive fund pada perguruan tinggi vokasi ini bertujuan untuk meningkatkan program studi yang sebelumnya D3 menjadi D4 atau sarjana terapan, " ujar Wikan dalam sosialisasi competitive fund vokasi 2022 dan peluncuran SK Transformasi D3 ke D4 di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (21/4/2022).

Baca Juga

Wikan menambahkan peningkatan program studi dari D3 ke D4 tersebut, dilakukan secara sukarela atau tidak ada paksaan. "Ini masih tahap awal, diperkirakan masih banyak lagi perguruan tinggi yang akan meningkatkan program studinya dari D3 ke D4, " tambah dia.

Wikan menjelaskan, pihaknya tidak akan mengejar kuantitas seperti berapa banyak jumlah lulusan yang diserap maupun perguruan tinggi yang melakukan MoU. Akan tetapi, lebih pada kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan memiliki kompetensi.

"Nanti kami akan melakukan survei, mulai dari berapa pendapatan lulusan, bagaimana kariernya. Jadi tidak hanya sekedar terserap, " terang dia.

Wikan berpesan agar peningkatan status program studi harus diikuti dengan peningkatan kualitas, kurikulum disusun dengan industri sehingga industri bisa melakukan sumbang saran, dan juga peningkatan kompetensi nonteknis dengan pembelajaran berbasis proyek. "Kompetensi mahasiswa program sarjana terapan harus lebih baik jika dibandingkan dengan lulusan D3. Juga ke depannya diharapkan memiliki karier yang lebih baik pula," harap dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA