Kamis 21 Apr 2022 03:21 WIB

Polresta Malang Kota Dirikan Sejumlah Titik Pospam dan Posyan

Pendirian enam Pospam sudah mencakup titik-titik macet yang ada di Kota Malang

Rep: wilda fizriyani/ Red: Hiru Muhammad
Polresta Malang Kota (Makota) menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2022, di Jalan Raden Intan, Kota Malang, Rabu (2/3/2022). Pada kegiatan ini, aparat turut membagikan helm untuk pengguna kendaraan yang melintas.
Foto: Dok. Humas Polresta Malang Kota
Polresta Malang Kota (Makota) menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2022, di Jalan Raden Intan, Kota Malang, Rabu (2/3/2022). Pada kegiatan ini, aparat turut membagikan helm untuk pengguna kendaraan yang melintas.

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG--Polresta Malang Kota (Makota) akan mendirikan Pos Pengamanan (Pospam) di enam titik dan satu Pos Pelayanan (Posyan) dalam mempersiapkan Operasi Ketupat 2022. Persiapan ini juga ditunjukkan untuk mengantisipasi arus mudik pada libur Lebaran 2022. 

Kasatlantas Polresta Makota, Kompol Yoppi Anggi Khrisna mengatakan, pendirian enam Pospam sudah mencakup titik-titik macet yang ada di Kota Malang. Beberapa di antaranya seperti di wilayah Sulfat, Borobudur, Jembatan UB, Sukun, Gadang dan Mitra Satu. "Dan Posyan di Stasiun. Jadi titik-titik macet yang ada di wilayah Malang Kota sudah ditangani  masing-masing Pospam ataupun Posyan," ungkapnya kepada wartawan di Kota Malang, Rabu (20/4/2022).

Baca Juga

Satu Pospam setidaknya akan mengatur dua sampai tiga titik kemacetan. Kemudian untuk rekayasa di masing-masing Pospam, Yoppi memastikan akan berbeda. 

Secara umum, aparat akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan kontra flow. Kemudian juga dilakukan penutupan arus agar tidak crossing dan percepatan traffic light. "Jadi yang biasanya hijau bisa satu menit, itu akan lihat prioritas dan hijaunya lebih lama. Tergantung arus lalu lintas," ungkapnya.

Adapun untuk mengantisipasi kecelakaan, aparat akan melakukan patroli. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mengenakan helm dan mengurangi kecepatan saat membawa kendaraan. Lalu aparat juga berencana memasang speed trap di beberapa titik rawan kecelakaan.

Selanjutnya, Yoppi dan tim juga telah mempersiapkan langkah penindakan tilang. Pertama, Polresta Makota akan menggunakan mobil INCAR yang telah diperbarui. Polresta Makota juga akan berkoordinasi dengan Dishub mengenai titik lokasi yang bisa dipatroli.

Pada kesempatan sama, Kabag Ops Polresta Makota, Kompol Supiyan mengungkapkan, instansinya akan menurunkan 300 personel untuk melaksanakan Operasi Ketupat di wilayah Kota Malang. Kemudian juga akan menggandeng pemangku kepentingan terkait maupun komponen masyarakat sehingga totalnya akan ada 1.000 personel. Seluruh personel akan ditugaskan pada titik-titik pospam dan daerah rawan macet serta lainnya.

Sesuai dengan regulasi yang ada, Supiyan memastikan saat ini tidak ada kegiatan penyekatan. "Kalaupun nanti ditemukan ada secara random sampling belum melakukan rapid test, nanti fasilitas yang ada di Pospam itu yang akan kita sediakan," ungkapnya.

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, pospam juga akan difungsikan untuk pos pelayanan kepada para pemudik yang tiba di Kota Malang. Pos-pos itu akan dipersiapkan sejumlah personel gabungan termasuk petugas Dinas Kesehatan (Dinkes). Hal ini bertujuan untuk melakukan vaksinasi ke pemudik yang belum divaksin booster. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement