Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

 

Diikuti Ribuan Orang, Pawai Takbiran Mataram Sukseskan MURI

Jumat 31 Mei 2019 20:03 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Malam Takbiran

Ilustrasi Malam Takbiran

Foto: Foto : MgRol_93
Pawai takbiran akan diikuti ribuan orang se-Provinsi NTB.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM— Ribuan warga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, bersiap menyemarakkan pawai takbiran menyambut Idul Fitri 1440 Hijriyah, untuk memecahkan rekor MURI kategori peserta terbanyak.

Baca Juga

Asisten I Bidang Pemerintahaan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Mataram, Lalu Martawang, mengatakan saat ini ribuan warga kota yang terakomodasi dari ratusan remaja masjid sedang mempersiapkan diri untuk menyemarakkan kegiatan tahunan tersebut.

"Persiapan untuk rangkaian pawai takbiran sudah 95 persen, 5 persennya tinggal persiapan di lapangan," katanya di Mataram, Jumat (31/5).

Martawang, menyakini rekor MURI dengan jumlah peserta terbanyak bisa diraih, karena selama ini partisipasi masyarakat melalui remaja masjid untuk ikut memeriahkan pawai takbiran luar biasa.

"Satu kelompok remaja masjid bisa mengerahkan minimal 250 orang, sementara jumlah remaja masjid di kota ini ratusan," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pawai takbiran 1440 Hijriyah dipusatkan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center untuk Kecamatan Selaparang dan Mataram. Sedangkan Kecamatan Cakranegara, Sandubaya, Ampenan, dan Sekarbela akan dilepas di masing-masing kecamatan.

Khusus untuk peserta dari Kecamatan Selaparang dan Mataram, pelepasan dilakukan oleh Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah bersama dengan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

"Sementara Wali Kota Mataram bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) menunggu di panggung kehormatan depan Taman Sangkareang," katanya.

Selanjutnya, peserta akan bubar di persimpangan Kantor Gubernur NTB dan menurut rencana, dewan hakim akan mengumumkan langsung pemenang dari lomba pawai takbiran tersebut.

Di sisi lain, Asisten telah meminta panitia dalam hal ini KNPI Kota Mataram untuk melakukan razia petasan dan kembang api yang berpotensi membuat peserta cedera, karena itu dewan hakim juga akan melakukan penilaian khusus serta sanksi.

"Kita juga mengimbau warga masyarakat untuk tidak jor-joran bermain kembang api dan petasan, karena itu bisa mengurangi kekhusyukan kita memuja Allah SWT melalui gema takbir dan tahmid," katanya.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES