Dua Tradisi Menyambut Ramadhan di Manado

Red: Agung Sasongko

 Sabtu 04 May 2019 07:37 WIB

tradisi Ramadhan ilustrasi Foto: Umi Nur Fadilah tradisi Ramadhan ilustrasi

Dua tradisi itu umumnya juga dilakukan di berbagai daerah di Indonesia,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ziarah dan mandi merupakan kebiasaan umat Islam di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjelang bulan suci Ramadhan.   

Baca Juga

"Ada dua kebiasaan yang dilakukan umat muslim menjelang bulan Ramadhan. Kedua kebiasaan ini cenderung dianggap sebagai "adat" yang selalu dikaitkan dengan Puasa Ramadhan," kata Ustaz Yusuf Otoluwa di Manado, Jumat (3/5).   

Dia mengatakan seakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan ritual Ramadhan itu sendiri. tradisi itu harus dimaklumi bahwa kebiasaan tersebut tidak ada hubungan dengan puasa dan tidak pula menjadi syarat atau rukun puasa.

Puasa, katanya, sesuai syariat tetap sah meskipun tidak didahului dengan adat tersebut. Adapun kedua kebiasaan itu, ialah ziarah ke kubur, baik kubur orang tua, suami atau isteri, anak ataupun keluarga lainnya.  

Di berbagai daerah, katanya, beragam istilah yang dipakai untuk penyebutan kebiasaan ini. Tapi konotasinya sama yaitu adat yang dikaitkan dengan menyongsong bulan suci Ramadhan.

Secara syariat Islam, katanya, tidak ada perintah khusus tentang ini, dan puasa tetap sah adanya walaupun tanpa didahului oleh ziarah kubur ini. Boleh jadi adat ziarah dan bersih-bersih makam sekedar dilakukan untuk mengenang orang tua, anak atau keluarga lainnya, yang biasanya hadir dan bersama menunaikan ibadah puasa di wakty sebelumnya.   

Hal itu, katanya, tentu saja tidak tercela tapi harus tetap diingat bahwa hal itu tidak berkaitan dengan ibadah puasa. Dia mengatakan mandi menjelang bulan suci Ramadhan itu dilakukan baik di rumah sendiri, di kolam, di mata air, di sungai atau di pantai.   

"Memang, kesemuanya tidak ada kaitan sama sekali dengan puasa. Tidak menjadi syarat maupun rukun puasa," ujarnya.     

Berpuasalah dengan menggambarkan bahwa puasa tahun ini adalah seakan puasa terakhir bagi diri kita, sehingga mendorong untuk menyempurnakan dengan penuh keikhlasan.   

"Puasa untuk berhemat bukan sebaliknya, perbanyaklah kepedulian terhadap sesama dan bantulah pihak-pihak yang butuh uluran tangan. Selamat berpuasa, marhaban ya Ramadhan," jelasnya.   

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X